KOLAKA, IVK – Akses pendidikan di wilayah terpencil kembali menjadi sorotan setelah beredar sebuah video yang memperlihatkan dua anak berseragam batik Sekolah Menengah Pertama (SMP) menyampaikan keluhan mereka.
Dalam video tersebut, kedua pelajar yang diketahui berasal dari Desa Mataosu, Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka, mengungkapkan kesulitan yang mereka hadapi untuk pergi ke sekolah akibat banjir yang kerap melanda wilayah mereka.
Mereka menyebut, kondisi tersebut sering membuat akses menuju sekolah terputus, sehingga tidak jarang mereka terpaksa absen karena tidak bisa melintasi jalur yang tergenang.
“Kami ingin menyampaikan keluh kesah kami. Kadang kami tidak bisa pergi ke sekolah karena banjir. Tolong pak gubernur, pak bupati, lihat desa kami,” ungkap salah satu siswa dalam video tersebut.
Keluhan itu pun menjadi perhatian publik, mengingat akses pendidikan merupakan hak dasar yang seharusnya dapat dinikmati oleh seluruh anak tanpa terkecuali.
Warga berharap pemerintah daerah Kabupaten Kolaka dan Provinsi Sulawesi Tenggara segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut, baik melalui pembangunan infrastruktur seperti jalan maupun jembatan yang memadai.
Pasalnya, jika kondisi ini terus dibiarkan, dikhawatirkan akan berdampak pada kelangsungan pendidikan anak-anak di wilayah tersebut.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait mengenai keluhan yang disampaikan dalam video tersebut. (nov)
