![]() |
| Cuaca buruk mengakibatkan truk dan kendaraan lainnya terbalik di dalam kapal ferry KMP Mandala Nusantara pada Jumat (13/2/2026) malam. | Foto: Noval |
KOLAKA, IVK – Dini hari di Teluk Bone, Jumat (13/2/2026), menjadi momen yang tak terlupakan bagi ratusan penumpang KMP Mandala Nusantara.
Kapal yang berangkat dari Pelabuhan Kolaka pukul 17.35 WITA itu awalnya melaju dalam cuaca yang relatif bersahabat.
Namun beberapa jam kemudian, laut berubah drastis.
Sekitar pukul 01.00–02.00 WITA, gelombang tinggi dan angin kencang menghantam badan kapal.
Guncangan terasa hebat hingga membuat sejumlah kendaraan seperti bus, truk, dan sepeda motor terbalik di dalam dek.
Keputusan krusial pun diambil nakhoda dengan memutar haluan kembali ke Kolaka.
“Demi keselamatan penumpang dan kru, kami putuskan kembali,” ujar sumber di lapangan.
Pukul 06.30 WITA, kapal akhirnya sandar dengan selamat.
Berdasarkan data manifes, sebanyak 275 penumpang berada di dalam kapal.
Seluruhnya dipastikan selamat tanpa luka.
Kapolsek KP3 Kolaka, Iptu Fadly Kaizar, menegaskan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Penumpang yang berada di dalam kendaraan langsung naik ke dek atas saat kapal mulai berguncang. Tidak ada korban luka maupun meninggal dunia,” jelasnya.
Evakuasi Hingga Sore Hari
Meski tak menelan korban manusia, dampak material terlihat jelas.
Kendaraan berat tampak berhimpitan dan sebagian terbalik di dalam lambung kapal.
Pantauan di Pelabuhan Kolaka pada Sabtu (14/2/2026), proses evakuasi berlangsung hingga sore hari.
Sopir kendaraan, awak kapal, serta personel Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) terlibat langsung dalam penanganan.
Kendaraan yang terbalik dievakuasi satu per satu dengan pengamanan ketat.
Situasi di dermaga sempat dipenuhi ketegangan, namun tetap terkendali.
Kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp70 juta.
Seluruh kerusakan kendaraan disebut ditanggung oleh asuransi beserta tanggung jawab tambahan dari perusahaan kapal.
Pertanyaan di Balik Guncangan
Pihak kepolisian menyatakan muatan kapal masih dalam batas standar operasional.
Namun insiden ini tetap memunculkan sejumlah pertanyaan.
Apakah sistem pengikatan kendaraan telah dilakukan sesuai prosedur untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem?
Sejauh mana peringatan dini cuaca dipantau sebelum kapal melanjutkan pelayaran malam itu?
Pihak pelabuhan menyebut akan meningkatkan koordinasi dengan BMKG guna mengantisipasi perubahan cuaca yang kerap terjadi tiba-tiba di Teluk Bone.
Insiden ini berakhir tanpa korban jiwa, sebuah capaian penting dalam situasi berisiko tinggi di tengah laut.
Namun di balik keberhasilan menyelamatkan ratusan penumpang, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa standar keselamatan pelayaran harus selalu diuji bukan saat laut tenang, melainkan saat ombak datang tanpa kompromi. (nov)
