![]() |
| APBMI tegaskan komitmen perkuat tata kelola organisasi sekaligus dukung investasi di Bumi Mekongga lewat Muscab DPC APBMI Kolaka dan Kolaka Utara, Kamis (16/7/2026). | Foto: Dokumen IVK |
KOLAKA, IVK – Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola organisasi sekaligus mendukung iklim investasi di Bumi Mekongga melalui Musyawarah Cabang (Muscab) DPC APBMI Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Kolaka Utara.
Komitmen itu mengemuka dalam Muscab I DPC APBMI Kolaka dan Muscab III DPC APBMI Kolaka Utara yang digelar di Hotel Sutan Raja, Kabupaten Kolaka, Kamis (16/7/2026).
Forum tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus menyusun arah baru pengembangan sektor jasa bongkar muat yang dinilai memiliki peran penting dalam menopang aktivitas pelabuhan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Kegiatan itu dipimpin Ketua DPW APBMI Sulawesi Tenggara Supriadi, dan dihadiri Ketua Umum DPP APBMI Juswandi Kristianto, perwakilan Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara, Kejaksaan Negeri Kolaka, Polres Kolaka, KUPP Kolaka, Lanal Kolaka, Polisi Militer, pengurus DPW APBMI Sultra, serta para pelaku usaha bongkar muat dari Kolaka dan Kolaka Utara.
Selain memilih kepengurusan baru, peserta Muscab juga membahas sejumlah agenda strategis untuk memperkuat kapasitas organisasi menghadapi meningkatnya aktivitas logistik dan investasi di wilayah Kolaka Raya.
Ketua DPW APBMI Sulawesi Tenggara, Supriadi, mengatakan salah satu fokus utama organisasi ke depan adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi bagi anggota maupun tenaga kerja bongkar muat.
Menurutnya, peningkatan kompetensi harus berjalan seiring dengan penguatan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan pelabuhan.
"Muscab kali ini menekankan pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi bagi anggota maupun tenaga kerja bongkar muat, termasuk penguatan pemahaman terhadap aspek keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan pelabuhan," ujarnya.
Pria yang akrab disapa Tuan Takur itu menambahkan, APBMI juga akan memperkuat kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari KSOP, Pelindo, pemerintah daerah, TNI-Polri, Bea Cukai, hingga perusahaan bongkar muat yang beroperasi di Kolaka dan Kolaka Utara.
Menurutnya, sinergi antarlembaga menjadi faktor penting untuk menciptakan pelayanan kepelabuhanan yang cepat, aman, dan efisien.
Di bidang tata kelola organisasi, Muscab turut merekomendasikan penerapan sistem yang lebih transparan, akuntabel, dan berbasis digital agar pelayanan kepada anggota maupun pengguna jasa semakin optimal.
Peserta juga sepakat membentuk forum komunikasi internal sebagai ruang menyerap aspirasi sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan organisasi melalui mekanisme musyawarah.
Tak hanya itu, APBMI menegaskan dukungannya terhadap investasi daerah dengan menjaga kelancaran aktivitas bongkar muat sebagai bagian penting dari rantai distribusi sektor pertambangan, perkebunan, dan industri lainnya.
Seluruh peserta Muscab juga menyatakan komitmen untuk menjunjung tinggi integritas organisasi dengan menolak praktik pungutan liar, persaingan usaha tidak sehat, maupun tindakan lain yang berpotensi merugikan dunia usaha dan pengguna jasa kepelabuhanan. (nov)
