![]() |
| Tim BPBD Kolaka menyalurkan air bersih kepada warga Desa Toari, Kecamatan Toari, Kabupaten Kolaka pada Jumat (9/10/2026). | Foto: BPBD Kolaka |
KOLAKA, IVK — Kesulitan mendapatkan air bersih masih dirasakan warga Desa Toari, Kecamatan Toari, Kabupaten Kolaka.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka bahkan harus menempuh perjalanan jauh hingga ke Kabupaten Bombana untuk mengambil pasokan air.
Jauhnya lokasi pengambilan air membuat proses penyaluran bantuan membutuhkan waktu berjam-jam.
Petugas harus mengisi ulang persediaan air sebelum kembali ke Desa Toari untuk membagikannya kepada warga yang membutuhkan.
Kepala Pelaksana BPBD Kolaka, Muhammad Haerul Effendy, mengatakan penyaluran air bersih dilakukan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air akibat kekeringan dan terbatasnya ketersediaan sumber air.
“Penyaluran air bersih ini merupakan upaya kami untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Meski menghadapi kendala jarak pengambilan air yang cukup jauh, kami tetap berupaya agar bantuan bisa sampai kepada warga yang membutuhkan,” kata Haerul.
Pada Jumat (9/10/2026), BPBD Kolaka menyalurkan bantuan air bersih kepada 35 kepala keluarga atau 156 jiwa di Desa Toari.
Dalam prosesnya, petugas harus mengambil air dari wilayah Kecamatan Watubangga hingga ke Desa Toari Bombana, Kecamatan Poleang Barat, Kabupaten Bombana, sebelum mendistribusikannya kepada masyarakat.
Jarak yang jauh membuat armada penyuplai harus bolak-balik untuk mengisi ulang persediaan air.
Kondisi tersebut turut membatasi waktu dan kapasitas penyaluran bantuan kepada warga.
Meski demikian, petugas tetap mendistribusikan air secara bertahap, termasuk mengantarkannya dari rumah ke rumah sesuai kebutuhan masyarakat.
Bupati Kolaka, Amri, turut meninjau langsung penyaluran bantuan tersebut. Ia didampingi Haerul Effendy dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Kolaka.
Berdasarkan laporan BPBD Kolaka, kebutuhan air bersih warga Desa Toari masih belum sepenuhnya terpenuhi.
Karena itu, penyaluran lanjutan masih diperlukan untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
Haerul menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat masih menjadi perhatian BPBD, terutama di tengah kendala jarak dan keterbatasan pasokan air.
“Ke depan, kebutuhan masyarakat akan terus menjadi perhatian kami. Penyaluran lanjutan diperlukan agar warga yang masih mengalami kekurangan air dapat terbantu,” ujarnya.
Penyaluran yang dimulai pukul 08.20 WITA itu berakhir pada pukul 21.30 WITA. Personel BPBD kemudian tiba kembali di markas komando pada pukul 22.56 WITA.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan air bersih di Desa Toari belum selesai dengan satu kali penyaluran bantuan.
Selain distribusi lanjutan, ketersediaan sumber air yang lebih mudah dijangkau juga menjadi hal penting untuk diperhatikan agar kebutuhan warga dapat terpenuhi secara berkelanjutan. (IVK)

