![]() |
| Kantor travel Tajak Ramadhan Grup di Jalan Sao-sao nomor 193, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. | Foto: Istimewa |
KOLAKA, IVK – Harapan menunaikan ibadah umroh berubah menjadi kecemasan bagi 25 Calon Jemaah Umroh (CJU) asal Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Sudah 21 hari, mereka terkatung-katung di Malaysia tanpa kepastian keberangkatan ke Madinah akibat visa yang tak kunjung terbit.
Alih-alih bersiap beribadah di Tanah Suci, para jemaah justru harus berpindah-pindah penginapan sederhana di Negeri Jiran, sembari menunggu kejelasan dari pihak travel Tajak Ramadhan Group yang memberangkatkan mereka.
Tajak Ramadhan Grup sendiri berkantor di Jalan Sao-sao nomor 193, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Salah seorang CJU asal Kolaka, RU (55), mengungkapkan bahwa rombongan berangkat dari Kendari menuju Jakarta pada 16 Januari 2026.
Setelah menunggu sekitar sepekan di Jakarta, mereka kembali diterbangkan ke Malaysia.
Namun hingga kini, kepastian visa umroh belum juga mereka terima.
“Di Malaysia kami sudah hampir 20 hari menunggu. Kami hanya diminta tinggal di penginapan, lalu pindah-pindah hotel sambil menunggu visa keluar,” kata RU kepada Info Viral Kolaka melalui pesan singkat WhatsApp, Senin (2/2/2026) malam.
Kekecewaan para jemaah semakin memuncak lantaran biaya yang telah dibayarkan tidak sebanding dengan pelayanan yang diterima.
RU mengaku telah mengeluarkan biaya lebih dari Rp30 juta, termasuk tambahan dana di luar biaya awal.
“Awalnya saya bayar Rp25.435.000, lalu diminta tambah sekitar Rp5 juta. Sekarang totalnya sudah lebih dari Rp30 juta,” ungkapnya.
Upaya para CJU untuk menghubungi pihak travel pun tak membuahkan hasil.
Mereka mengaku hanya mendapat jawaban normatif tanpa kejelasan waktu keberangkatan.
RU mempertanyakan keberanian pihak travel memberangkatkan jemaah, sementara dokumen visa belum terbit.
“Kenapa kami diberangkatkan kalau visanya belum siap? Pekerjaan, keluarga, semua kami tinggalkan. Tapi justru seperti ditelantarkan,” keluhnya.
Menurut RU, keluhan tak hanya datang dari 25 CJU yang tertahan di Malaysia.
Sejumlah jemaah Tajak Ramadhan Group yang telah berada di Arab Saudi pun disebut mengalami persoalan serupa.
“Bukan cuma kami. Jemaah yang sudah di Arab juga banyak mengeluh soal pelayanan,” tambahnya.
Merasa tak mendapat kepastian, para CJU mengaku telah melaporkan kondisi tersebut ke pihak Kementerian Haji (Kemenhaj).
Namun respons yang diterima dinilai belum memberikan solusi konkret.
“Kami sudah lapor ke Kemenhaj, tapi responsnya lambat. Sampai sekarang belum ada kejelasan,” tutup RU.
Hingga berita ini tayang, Info Viral Kolaka masih berusaha menghubungi pihak travel Tajak Ramadhan Group untuk mendapatkan klarifikasi terkait nasib 25 CJU asal Kolaka tersebut. (nov)
