
Pelantikan dan rapat kerj pengurus IDI Cabang Kolaka di Ruang Serbaguna Hotel Sutanraja, Kolaka, Jumat (6/2/2026). | Foto: Noval
KOLAKA, IVK – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kolaka resmi melantik pengurus baru sekaligus menggelar rapat kerja kepengurusan, Jumat (6/2/2026), di Ruang Serbaguna Hotel Sutanraja Kolaka.
Pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran IDI dalam menjawab berbagai persoalan kesehatan yang dihadapi masyarakat Kolaka.
Dr. Muhammad Aris yang resmi dilantik sebagai Ketua IDI Cabang Kolaka, menegaskan bahwa pasca-pelantikan, IDI langsung bergerak menyusun program kerja dengan fokus utama pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan penguatan kolaborasi lintas sektor.
“Kami ingin peran IDI dalam menjelaskan dan menyelesaikan persoalan kesehatan di Kolaka semakin ditingkatkan. Selama ini, jujur saja, IDI jarang dilibatkan dalam pembahasan kebijakan. Padahal, banyak persoalan pelayanan yang bisa diselesaikan jika dokter dilibatkan sejak awal,” ujar Aris.
Ia menyambut baik komitmen Bupati Kolaka yang akan mengagendakan pertemuan rutin bersama IDI melalui forum informal seperti coffee morning.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi ruang dialog strategis untuk membahas keluhan masyarakat, baik di rumah sakit maupun puskesmas.
“Masih ada kekecewaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Ini tidak bisa kita tutup-tutupi. Kita harus buka apa masalah sebenarnya, apakah karena sistem, beban kerja, atau bahkan persoalan kesejahteraan tenaga medis. Semua harus dikaji agar pelayanan bisa lebih maksimal,” tegasnya.
Selain pelayanan kesehatan, Aris juga menyoroti isu kesehatan sosial yang dinilai semakin mengkhawatirkan, seperti HIV/AIDS, narkoba, dan stunting.
Ia mengungkapkan bahwa jumlah kasus HIV di Kolaka menunjukkan tren peningkatan signifikan.
“Data terakhir menunjukkan sekitar 237 kasus. Jika dibandingkan sebelumnya yang masih di kisaran seratusan, ini kenaikannya bisa mencapai 40–50 persen. Ini tidak bisa dianggap sepele,” ungkapnya.
Menurut Aris, HIV bukan semata persoalan medis, tetapi persoalan sosial kemasyarakatan yang membutuhkan penanganan bersama.
Oleh karena itu, IDI Kolaka berencana mendorong pembentukan kembali Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) di daerah.
“Kami akan segera membentuk KPA dan berkolaborasi dengan pemerintah, LSM, tokoh masyarakat, wartawan, dan seluruh elemen. HIV menular melalui tiga jalur utama—darah, hubungan seksual, serta ibu ke anak—dan semuanya membutuhkan pendekatan edukasi serta perubahan perilaku secara kolektif,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Kolaka, Amri, yang turut hadir dalam pelantikan tersebut, menyampaikan apresiasi dan harapan besar kepada kepengurusan IDI Cabang Kolaka yang baru.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kolaka, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus IDI Cabang Kolaka yang baru dilantik. Amanah ini adalah tanggung jawab besar dalam menjaga profesionalisme, etika kedokteran, serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ujar Amri.
Bupati menegaskan bahwa sektor kesehatan menjadi prioritas utama pemerintah daerah, sebagaimana tertuang dalam RPJMD, mulai dari penguatan layanan kesehatan primer, peningkatan mutu rumah sakit daerah, percepatan penurunan stunting, hingga optimalisasi layanan BPJS Kesehatan.
Ia berharap IDI Cabang Kolaka dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan berkeadilan.
“Kami ingin IDI terus bersinergi dan hadir memberi kontribusi nyata, sehingga tujuan besar kita—mewujudkan masyarakat Kolaka yang sehat dan sejahtera—benar-benar bisa tercapai,” pungkasnya.
Pelantikan ini turut dihadiri Ketua Komisi III DPRD Kolaka Israfil Sanusi, Ketua IDI Wilayah Sulawesi Tenggara dr. Ladde Rabiul Awal, Sp.B Subsp. BD (K), Wakil Ketua I IDI Wilayah Sultra dr. Putu Agustin, M.Kes, serta unsur Forkopimda Kabupaten Kolaka atau perwakilan. (nov)