Iklan

terkini

Setelah CJU Kolaka Tertahan di Malaysia, Muncul Keluhan Baru soal Travel Umroh TRG

2/04/26, 12:25 WIB Last Updated 2026-02-04T05:25:09Z

Kantor travel umroh Tajam Ramadhan Group di Jalan Sao-sao nomor 193, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. | Foto: Istimewa

KOLAKA, IVK – Kisah pilu dialami seorang calon jemaah umroh asal Sulawesi Tenggara berinisial AC.


Meski telah melalui serangkaian persiapan sejak awal, niat tulus AC untuk beribadah ke Baitullah justru berujung kekecewaan setelah berulang kali gagal diberangkatkan oleh travel umroh Tajak Ramadhan Group (TRG).


TRG beralamat kantor di Jalan Sao-sao, nomor 193, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.


Kepada Info Viral Kolaka, AC menuturkan bahwa dirinya mendaftar umroh melalui Tajak Ramadhan Group karena percaya dengan rekam jejak travel tersebut.


Setelah melakukan pembayaran dan melengkapi seluruh berkas administrasi, ia dijanjikan berangkat pada 25 Desember.


“Waktu itu niat kami benar-benar tulus. Semua persiapan sudah dilakukan karena dijanjikan berangkat tanggal 25,” ujar AC saat diwawancarai Info Viral Kolaka, Rabu (4/2/2026).


Namun, jadwal tersebut batal. Pihak travel, lanjut AC, kembali menjanjikan keberangkatan pada 28 hingga 31 Desember dengan alasan kondisi di Arab Saudi sedang padat.


AC mengaku masih mencoba memahami situasi tersebut dan memilih bersabar.


Harapan kembali muncul ketika pihak travel menyampaikan jadwal baru keberangkatan pada 12 Januari 2026.


Pada tanggal tersebut, AC bersama sejumlah calon jemaah akhirnya diberangkatkan ke Jakarta, diantar langsung oleh keluarga besar.


“Perasaan kami campur aduk. Senang karena akhirnya berangkat, tapi juga lelah karena sudah beberapa kali dijanjikan,” tuturnya.


Sesampainya di Jakarta, para calon jemaah justru tidak langsung melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.


Mereka diinapkan di hotel dengan informasi harus menunggu dua hingga tiga hari hingga visa keluar.


AC mengaku sempat mempertanyakan keputusan pemberangkatan tersebut, mengingat visa umroh belum diterbitkan. Meski demikian, ia memilih berpikir positif dan kembali menunggu.


Hingga 15 Januari, pihak travel kembali menjanjikan keberangkatan ke Kuala Lumpur pada malam hari.


Namun, menurut AC, hingga waktu yang dijanjikan tiba, kembali tidak ada kepastian.


“Kami menunggu sampai jam yang ditentukan, tapi lagi-lagi tidak ada kejelasan,” katanya.


Situasi tersebut, lanjut AC, semakin memberatkan calon jemaah.


Selain tekanan psikologis, para jemaah juga harus menanggung biaya makan sendiri selama berada di hotel.


“Kalau yang punya dana mungkin masih bisa bertahan. Tapi ada juga jemaah yang dananya pas-pasan dan hanya ingin beribadah,” ujarnya.


Atas pertimbangan pekerjaan dan keluarga, AC akhirnya memutuskan pulang ke Kendari pada 16 Januari, bersama satu orang calon jemaah lainnya.


Keputusan itu diambil lantaran menunggu di Jakarta tanpa kepastian dinilai justru menambah beban.


“Kami diminta bersabar dan menunggu di Kendari sampai visa keluar. Tapi kami mempertanyakan, kenapa dari awal tidak menunggu saja di Kendari?” ucapnya.


AC mengaku kepulangannya diwarnai perasaan sedih dan malu, mengingat keluarga dan kerabat telah mengetahui keberangkatannya ke Jakarta dan sempat mengantarnya ke bandara.


Setibanya di Kendari, AC mengaku mendapat dukungan dari keluarga.


Namun, tak lama kemudian ia menerima informasi bahwa biaya umroh telah ditransfer kembali ke rekeningnya oleh pihak travel, tanpa konfirmasi terlebih dahulu.


Merasa terkejut, AC bersama suami dan anaknya kemudian mendatangi kantor Tajak Ramadhan Group untuk meminta penjelasan.


Menurut AC, pengembalian dana tersebut justru menimbulkan tekanan psikologis baginya.


“Mungkin bagi sebagian orang pengembalian dana ini melegakan. Tapi bagi saya, seolah-olah kesempatan untuk berangkat kembali tertutup,” ungkapnya.


AC menegaskan, dirinya hanya berharap ada kejelasan sejak awal terkait kepastian visa dan jadwal keberangkatan, agar calon jemaah tidak mengalami kerugian waktu, tenaga, dan mental.


Ia pun berharap kejadian serupa tidak dialami calon jemaah lain di kemudian hari.


“Kami hanya ingin kejujuran dan kepastian. Jangan sampai niat ibadah justru berujung pada kekecewaan,” pungkasnya. (nov)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Setelah CJU Kolaka Tertahan di Malaysia, Muncul Keluhan Baru soal Travel Umroh TRG

Terkini

Topik Populer

Iklan