Iklan

terkini

Peringati HPSN, PT Vale Ajak Siswa Morowali Belajar Kelola Sampah dan Budidaya Maggot

2/13/26, 21:53 WIB Last Updated 2026-02-13T14:53:43Z
Tim PT Vale Indonesia edukasi pelajar tingkat SMP di Morowali terkait pengelolaan sampah dan maggot pada 10-12 Februari 2026. | Foto: Istimewa


MOROWALI, IVK – Isu sampah kian mendesak di Morowali seiring pertumbuhan penduduk dan geliat industri.


Menyadari pentingnya edukasi sejak dini, PT Vale Indonesia Tbk mengajak ratusan siswa SMP belajar langsung cara mengelola sampah secara bijak dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).


Melalui program Vale Goes to School yang digelar 10–11 Februari 2026 di SMPN 2 Bahodopi dan SMPN 3 Bungku Timur, perusahaan menghadirkan edukasi lingkungan dengan pendekatan interaktif dan aplikatif.


Para siswa diperkenalkan pada konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (3R), jenis-jenis sampah, hingga dampak jangka panjang jika limbah tidak dikelola dengan baik.


Materi disampaikan secara visual dan dialog interaktif agar mudah dipahami.


Tak sekadar teori, siswa juga diajak memahami bahwa pengelolaan sampah bukan hanya membuang pada tempatnya, melainkan mencakup pemilahan, pengolahan, dan upaya mengurangi produksi sampah dari sumbernya.


Belajar Langsung di TPS3R dan Budidaya Maggot


Bagian paling menarik dari kegiatan ini adalah kunjungan ke TPS3R Onepute Jaya fasilitas pengolahan sampah yang dibangun PT Vale dan dikelola LPM Valone Jaya.


Di sana, siswa menyaksikan langsung proses pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu.


Mereka melihat bagaimana sampah organik diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik seperti plastik dan kertas dikumpulkan untuk didaur ulang atau dijual kembali.


Perhatian siswa semakin tertuju saat diperlihatkan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF).


Larva ini digunakan untuk mengurai sampah organik secara cepat dan efisien, sekaligus memiliki nilai ekonomi sebagai pakan ternak.


Untuk memperkuat pemahaman, siswa juga mengikuti games pilah sampah, di mana mereka berlomba mengelompokkan jenis sampah dengan benar dalam waktu tertentu. Suasana belajar pun terasa seru dan kompetitif.


Sekolah Apresiasi Pembelajaran Nyata


Kepala SMPN 2 Bahodopi, Misdar, menyebut kegiatan tersebut memberi pengalaman nyata bagi siswa.


“Anak-anak jadi lebih memahami perbedaan sampah organik dan anorganik. Ini pembelajaran yang berdampak langsung,” ujarnya.


Hal serupa disampaikan Kepala SMPN 3 Bungku Timur, Nurfan.


Menurutnya, melihat langsung proses pengolahan sampah membuat siswa lebih peduli terhadap lingkungan.


Mewakili manajemen PT Vale, Environment Engineer Nur Rasyidah Lacinu menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.


“Pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. Melalui momentum HPSN, kami ingin generasi muda memiliki kesadaran dan keberanian mengambil peran dalam menjaga lingkungan,” katanya.


PT Vale berharap kegiatan ini memicu inisiatif lanjutan di sekolah, seperti pembentukan bank sampah, kelompok peduli lingkungan, hingga program rutin pengelolaan sampah yang melibatkan siswa dan masyarakat sekitar.


Perusahaan meyakini, perubahan besar dimulai dari ruang kelas lalu bergerak ke rumah dan lingkungan sekitar.


Dengan bekal pengetahuan dan pengalaman langsung, para siswa diharapkan menjadi agen perubahan yang menularkan kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik di Morowali. (nov)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Peringati HPSN, PT Vale Ajak Siswa Morowali Belajar Kelola Sampah dan Budidaya Maggot

Terkini

Topik Populer

Iklan