![]() |
| Bupati Kolaka, Amri mengklaim dampak positif terhadap perekonomian daerah dari adanya keberadaan kawasan industri berbasis nikel di wilayahnya. | Foto: Noval |
KOLAKA, IVK – Bupati Kolaka, Amri, menilai keberadaan kawasan industri berbasis nikel di wilayahnya mulai menunjukkan dampak positif terhadap perekonomian daerah.
Hal tersebut disampaikannya saat ditemui usai rapat paripurna di Kantor DPRD Kolaka, Selasa (7/4/2026).
Menurut Amri, secara indikator makro, pembangunan kawasan industri seperti proyek Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa memberikan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.
Dampak itu terlihat dari meningkatnya aktivitas ekonomi hingga penyerapan tenaga kerja.
“Kalau kita bicara secara konseptual, indikator makro menunjukkan adanya dampak positif, terutama dari sisi angkatan kerja dan perputaran ekonomi,” ujarnya.
Ia mengakui, kehadiran industri juga memicu dinamika ekonomi di masyarakat.
Namun, dinamika tersebut dinilai mengarah pada pertumbuhan yang positif dan perlu terus dijaga.
Amri menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen untuk mendukung investasi yang masuk ke Kolaka.
Salah satunya dengan memberikan kemudahan dan kepastian bagi para investor.
Meski demikian, ia menekankan bahwa tidak boleh ada praktik pungutan liar dalam proses investasi.
“Kami pastikan tidak ada lagi pungutan yang tidak memiliki dasar regulasi,” tegasnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga menuntut komitmen dari pihak investor.
Terutama dalam memberikan peluang kerja bagi tenaga lokal serta melibatkan pengusaha daerah.
Menurutnya, hal tersebut menjadi tujuan jangka panjang dari masuknya investasi di Kolaka.
“Kita mudahkan investasi, tapi mereka juga harus berkomitmen memfasilitasi tenaga kerja lokal dan pengusaha lokal,” jelasnya.
Amri juga mengungkapkan bahwa tingkat pengangguran di Kolaka menunjukkan penurunan yang cukup signifikan.
Hal ini bahkan menarik perhatian tim dari Kementerian Dalam Negeri yang ingin melihat langsung kebijakan daerah.
Ia menyebut, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan rutin mengingatkan komitmen para investor.
Selain itu, pemerintah daerah juga telah menyiapkan regulasi yang mengatur keterlibatan tenaga kerja lokal.
Dalam proses rekrutmen, Dinas Tenaga Kerja bersama Dukcapil dilibatkan untuk melakukan verifikasi administrasi.
Langkah ini bertujuan memastikan tenaga kerja lokal benar-benar mendapatkan prioritas.
“Melalui regulasi dan pengawasan ini, kita ingin memastikan masyarakat Kolaka ikut merasakan manfaat investasi,” pungkasnya. (nov)
