![]() |
| Kader PDIP se-Kolaka Raya mendorong Desa Liku, Kecamatan Samaturu dapat menjadi salah satu destinasi desa wisata yang ada di Kabupaten Kolaka. | Foto: Noval |
KOLAKA, IVK – Musyawarah Anak Cabang (Musancab) dan Pendidikan Politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) se-Kolaka Raya tahun ini digelar dengan nuansa baru.
Ratusan kader dari Kabupaten Kolaka, Kolaka Utara, dan Kolaka Timur berkumpul di kawasan wisata Pantai Kayu Angin, Desa Liku, Kecamatan Samaturu, Sabtu (30/5/2026).
Pemilihan lokasi tersebut ternyata bukan tanpa alasan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kolaka, Suasana Harya Mangudu, mengatakan kegiatan sengaja dilaksanakan di kawasan wisata sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan potensi pariwisata daerah.
Menurutnya, partai ingin ikut mendorong agar Desa Liku dapat berkembang menjadi salah satu desa wisata unggulan di Kabupaten Kolaka.
“Kami sengaja memilih tempat ini bukan karena alasan efisiensi, tetapi karena ingin lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi wisata yang ada di Desa Liku,” kata Suasana Harya.
Ia menjelaskan langkah tersebut juga sejalan dengan arahan partai agar kader lebih sering turun ke masyarakat.
Selain menjadi ajang konsolidasi politik, kegiatan itu juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan Pantai Kayu Angin kepada peserta yang datang dari berbagai daerah.
Suasana Harya menilai kawasan wisata tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang jika mendapatkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.
“Kami berharap ke depan Desa Liku bisa menjadi desa wisata yang dikenal lebih luas dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Harapan serupa juga disampaikan Sekretaris PDI Perjuangan Kolaka, I Ketut Arjana.
Menurut I Ketut Arjana yang juga menjabat Ketua DPRD Kolaka itu, sektor pariwisata dapat menjadi salah satu sumber peningkatan pendapatan daerah jika dikelola secara maksimal.
Ia menilai Desa Liku memiliki daya tarik alam yang layak untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata andalan.
“Kita ingin tempat-tempat seperti ini semakin berkembang karena jika wisata maju, maka ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” kata I Ketut Arjana.
Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan, pengembangan desa wisata tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.
Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dapat bersama-sama mendorong pengembangan potensi wisata di Desa Liku.
Melalui pelaksanaan Musancab di Pantai Kayu Angin, PDI Perjuangan ingin menunjukkan bahwa kegiatan politik juga dapat menjadi sarana promosi daerah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis pariwisata. (IVK)
