![]() |
| Warga Desa Tambea antusias ikuti promosi kesehatan terkait PHBS yang diselenggarakan di Poskesdes Tambea, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Kamis (16/7/2026). | Foto: Noval |
KOLAKA, IVK – Bagi warga Desa Tambea, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) bukan sekadar cerita yang datang saat musim hujan.
Penyakit itu pernah meninggalkan duka yang hingga kini masih membekas di ingatan masyarakat.
Karena itu, ketika PT Vale Indonesia Tbk Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa menggelar promosi kesehatan terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Tambea, Kamis (16/7/2026), kegiatan tersebut disambut dengan penuh antusias.
Program itu merupakan bagian dari Program Sosial Lingkungan PT Vale bertajuk "Kolaka Bersih, Sehat, dan Berdaya", yang bertujuan membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sebagai langkah awal mencegah berbagai penyakit.
Kepala Desa Tambea, Muslipang Nawir, mengaku edukasi seperti ini sangat dibutuhkan warganya.
Menurutnya, Desa Tambea termasuk wilayah yang cukup rentan terhadap penyebaran DBD.
Ia masih mengingat bagaimana pada 2024 lalu sedikitnya 10 warga terjangkit DBD, bahkan dua di antaranya meninggal dunia.
"Karena itu kami sangat berterima kasih kepada PT Vale yang memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pola hidup bersih dan sehat. Edukasi seperti ini sangat kami butuhkan," ujarnya.
Muslipang mengatakan, hingga pertengahan tahun ini belum ditemukan kembali kasus DBD di desanya berdasarkan data yang diterima dari pihak kecamatan.
Meski demikian, ia menilai upaya pencegahan tetap harus dilakukan secara berkelanjutan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Ia berharap program yang dijalankan PT Vale tidak berhenti pada penyuluhan kesehatan semata.
Menurutnya, masyarakat juga membutuhkan program pemberdayaan lain, khususnya di sektor perikanan, mengingat sebagian besar warga Desa Tambea menggantungkan hidup sebagai nelayan.
"Harapan kami, kegiatan seperti ini terus berlanjut. Selain kesehatan, kami juga berharap ada program pemberdayaan nelayan agar masyarakat bisa semakin mandiri," katanya.
Sementara itu, Senior Coordinator Community Development PT Vale Indonesia IGP Pomalaa, Charles Cristian, menjelaskan bahwa promosi PHBS menjadi salah satu program prioritas perusahaan di desa-desa yang berada di wilayah pemberdayaan dan terdampak langsung oleh aktivitas operasional perusahaan.
Menurut Charles, membangun kesehatan masyarakat tidak cukup hanya melalui layanan pengobatan.
Kesadaran menjaga lingkungan justru menjadi fondasi utama untuk menciptakan keluarga yang sehat.
"Kami ingin masyarakat mampu membangun kebiasaan hidup bersih secara mandiri, mulai dari lingkungan rumah hingga lingkungan sekitar. Dengan begitu, berbagai penyakit yang bersumber dari kondisi lingkungan dapat dicegah sejak dini," jelasnya.
Ia menambahkan, promosi PHBS merupakan bagian dari pilar kesehatan dalam Program Sosial Lingkungan PT Vale Indonesia IGP Pomalaa.
Melalui program tersebut, perusahaan berupaya mendorong masyarakat agar tidak hanya memahami pentingnya kesehatan, tetapi juga mampu menerapkan perilaku hidup bersih sebagai budaya sehari-hari.
Sebab bagi warga Tambea, menjaga lingkungan hari ini bukan hanya soal kebersihan.
Lebih dari itu, menjaga lingkungan berarti menjaga keluarga agar tidak lagi kehilangan orang-orang tercinta akibat penyakit yang sebenarnya bisa dicegah. (nov)
