![]() |
| Imbas kekeringan panjang, tim BPBD Kolaka salurkan air bersih kepada warga di Desa Toari, Kecamatan Toari, Kabupaten Kolaka, Rabu (14/10/2026). | Foto: BPBD Kolaka |
KOLAKA, IVK — Di tengah keterbatasan air bersih akibat kekeringan, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kolaka harus menempuh perjalanan berjam-jam demi memastikan bantuan air bersih sampai kepada masyarakat Desa Toari, Kecamatan Toari, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Sebanyak 13.600 liter air bersih disalurkan pada Rabu (14/10/2026) untuk membantu memenuhi kebutuhan 37 kepala keluarga atau 155 jiwa yang tersebar di Dusun I, II, dan IV Desa Toari.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kolaka, Muhammad Haerul Efendy, mengatakan penyaluran tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air bersih akibat kekeringan.
“Penyaluran air bersih ini kami lakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan. Kami berupaya agar warga tetap mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Haerul.
Ia menjelaskan, upaya distribusi air bersih menghadapi tantangan karena terbatasnya akses terhadap sumber air di sekitar wilayah terdampak.
Menurut Haerul, personel BPBD harus menempuh perjalanan dari Desa Gunung Sari, Kecamatan Watubangga, menuju Desa Toari, Kecamatan Poleang Barat, Kabupaten Bombana, untuk mengambil pasokan air sebelum kembali menyalurkannya kepada masyarakat Desa Toari di Kabupaten Kolaka.
“Jarak yang cukup jauh dan waktu tempuh yang panjang menjadi tantangan tersendiri bagi personel di lapangan. Namun, pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas kami,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD Kolaka mengerahkan satu unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter dan satu unit tandon berkapasitas 1.200 liter untuk mendukung proses distribusi air bersih.
Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan warga dan kondisi di lapangan. BPBD juga berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta kepala dusun di wilayah penerima bantuan guna mendukung kelancaran distribusi.
Haerul menambahkan, penyaluran air bersih tersebut belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga distribusi lanjutan masih diperlukan.
“Kebutuhan air bersih masyarakat belum sepenuhnya terpenuhi. Karena itu, penyaluran lanjutan masih diperlukan agar kebutuhan warga dapat dipenuhi secara bertahap,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya pemantauan kondisi masyarakat untuk menentukan langkah penanganan berikutnya sesuai kebutuhan di lapangan.
Penyaluran air bersih berakhir pada pukul 21.20 WITA. Setelah menyelesaikan tugasnya, tim BPBD Kolaka tiba kembali di Markas Komando (Mako) BPBD pada pukul 23.08 WITA.
Perjalanan panjang tersebut menggambarkan tantangan penanganan kekeringan di wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air. Di tengah kondisi itu, BPBD Kolaka terus mengupayakan distribusi bantuan untuk membantu masyarakat memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar. (IVK)
