Iklan

terkini

Belum Setahun, Pabrik HPAL PT Vale Pomalaa Sudah Setengah Jalan

1/03/26, 19:49 WIB Last Updated 2026-01-03T12:53:38Z
Baru setahun digarap, Proyek HPAL PT Vale sudah setengah jalan. | Foto: Istimewa


KOLAKA, IVK – Proyek hilirisasi nikel PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) di Pomalaa terus menunjukkan kemajuan signifikan.


Penerapan tata kelola disiplin, terukur, dan berorientasi jangka panjang menjadi kunci penguatan proyek strategis nasional tersebut.


Hal itu terlihat dalam kunjungan Direktur Strategi Hilirisasi dan Mineral Mining Industry Indonesia (MIND ID), Tedy Badrujaman, ke kawasan Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP), Jumat (2/1/2026).


Dalam kunjungannya, Tedy meninjau langsung Port Kolaka Nickel Indonesia (KNI) serta area pembangunan pabrik High Pressure Acid Leach (HPAL) PT Vale.


Sejumlah fasilitas utama dan infrastruktur pendukung proyek HPAL kini telah berdiri dan terpasang, mulai dari struktur awal proses, utilitas pendukung, hingga sistem logistik yang terintegrasi dengan pelabuhan.


Kondisi tersebut menunjukkan kesiapan teknis proyek untuk melangkah ke tahap pengembangan berikutnya secara bertanggung jawab.


“Saya cukup surprise melihat perkembangan pembangunan pabrik HPAL ini. Beberapa bulan lalu belum terlihat signifikan, sekarang sudah berdiri beberapa peralatan. Dalam waktu kurang dari setahun, progresnya sudah mendekati setengah,” ujar Tedy.


Menurutnya, proyek HPAL PT Vale di Pomalaa memiliki arti strategis bagi Indonesia, terutama dalam mengoptimalkan pemanfaatan bijih nikel limonite yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.


Dari sisi kesiapan peralatan hingga kemitraan, proyek ini dinilai telah direncanakan dengan matang.


“PT Vale memiliki cadangan nikel yang sangat besar, khususnya limonite. Dari sisi peralatan dan mitra, saya melihat persiapannya sangat baik. Saya optimistis proyek ini dapat diselesaikan sesuai target,” tambahnya.


Selain progres fisik, Tedy juga mengapresiasi konsistensi PT Vale dalam menerapkan praktik pertambangan yang baik (good mining practices) serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.


Sikap kehati-hatian, termasuk penghentian sementara kegiatan saat perizinan belum lengkap, dinilai sebagai wujud tata kelola perusahaan yang bertanggung jawab.


“PT Vale dikenal konsisten menerapkan praktik pertambangan yang baik. Kepatuhan terhadap aturan, termasuk penghentian sementara kegiatan saat perizinan belum lengkap, merupakan bentuk tanggung jawab yang patut diapresiasi,” tegasnya.


Proyek hilirisasi PT Vale di IGP Pomalaa merupakan investasi jangka panjang yang diharapkan mampu menciptakan nilai tambah nasional, memperkuat rantai pasok industri nikel, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, baik di tingkat regional maupun nasional.


Seluruh tahapan pengembangan proyek dijalankan selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta standar keselamatan dan tata kelola internasional.


Ke depan, PT Vale berkomitmen menjaga keseimbangan antara percepatan pembangunan, kepatuhan administratif, dan manajemen risiko demi membangun industri nikel Indonesia yang berdaya saing global dan berkelanjutan. (nov)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Belum Setahun, Pabrik HPAL PT Vale Pomalaa Sudah Setengah Jalan

Terkini

Topik Populer

Iklan