![]() |
| Pemerintah daerah Kabupaten Kolaka salurkan bantuan pupuk kepada petani lewat program kartu tani Beramal. | Foto: Istimewa |
KOLAKA, IVK – Pemerintah Kabupaten Kolaka melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) menyalurkan bantuan pupuk kepada ratusan petani yang tersebar di 11 kecamatan melalui Program Kartu Tani Beramal.
Bupati Kolaka, Amri mengatakan, melalui bantuan pupuk dan Kartu Beramal ini diharapkan dapat meringankan beban petani sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat sektor pertanian sebagai penopang utama perekonomian masyarakat.
“Bantuan ini tidak hanya sekadar pupuk, tetapi juga bentuk perhatian dan keberpihakan pemerintah kepada petani. Kami berharap pupuk yang diterima dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai peruntukannya,” ujarnya
Senada, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kolaka, Dedi Tenroaji, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan inisiatif Bupati Kolaka Amri bersama Wakil Bupati Kolaka Husmaluddin.
Kartu Tani Beramal merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.
“Program Kartu Tani Beramal hadir untuk memastikan petani mendapatkan akses pupuk secara adil, tepat sasaran, dan terdata dengan baik,” kata Dedi saat dihubungi Info Viral Kolaka, Minggu (4/1/2025).
Berdasarkan data penyaluran, total 262 petani tercatat sebagai penerima bantuan pupuk.
Mereka tersebar di Kecamatan Watubangga, Polinggona, Tanggetada, Pomalaa, Baula, Wundulako, Kolaka, Latambaga, Samaturu, Wolo, dan Iwoimendaa.
Adapun jumlah pupuk yang disalurkan mencapai 14.750 kilogram Urea, 30.940 kilogram NPK, dan 391 kilogram SP36.
Jika dikonversi ke dalam satuan zak, bantuan tersebut setara dengan 295 zak Urea, 1.237,6 zak NPK, serta 7,82 zak SP36.
Kecamatan Samaturu dan Wolo tercatat sebagai wilayah dengan jumlah penerima terbanyak, masing-masing 53 dan 57 petani, sementara Watubangga dan Wundulako juga menjadi daerah dengan alokasi pupuk yang cukup besar.
Menurut Dedi, pendistribusian pupuk melalui program ini diharapkan dapat mendukung produktivitas pertanian, khususnya menjelang musim tanam, sekaligus menjadi solusi atas keterbatasan pupuk yang kerap dikeluhkan petani.
“Pemerintah daerah berharap program ini dapat berkelanjutan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani,” tutupnya. (nov)
