Iklan

terkini

Hilirisasi Nikel Dongkrak PAD Kolaka, Target Rp300 Miliar Kian Realistis

1/06/26, 18:21 WIB Last Updated 2026-01-06T11:21:51Z
Bupati Kabupaten Kolaka, Amri (kiri) dan proyek HPAL PT Vale (kanan). | Foto: Noval/Istimewa


KOLAKA, IVK – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kolaka menunjukkan tren peningkatan signifikan seiring bergairahnya sektor pertambangan dan berkembangnya industri pengolahan mineral di daerah tersebut.


Bupati Kabupaten Kolaka, Amri, mengungkapkan bahwa capaian PAD tahun 2025 mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya.


Secara keseluruhan, PAD Kolaka berada pada kisaran Rp200 miliar hingga Rp280 miliar, dengan target menembus angka Rp300 miliar pada periode 2025–2026.


“Alhamdulillah PAD kita naik. Dengan mulai hidupnya kawasan pertambangan dan smelter, insyaallah target Rp300 miliar bisa kita capai,” ujar Amri.


Amri yang juga dikenal sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kolaka ini menilai, pertumbuhan PAD tidak lepas dari transformasi sektor pertambangan dari penjualan bahan mentah menuju produk olahan bernilai tambah.


Selama ini, kata dia, daerah masih menerima dana bagi hasil dari komoditas mentah.


Namun mulai tahun 2026, Kabupaten Kolaka diproyeksikan akan memperoleh dana bagi hasil yang jauh lebih besar dari produk olahan nikel.


“Saat ini kita sudah mulai mendapatkan dana bagi hasil dari feronikel. Yang mengirim hari ini adalah PT Ceria dengan kadar nikel 21 persen,” jelasnya.


Ia juga menyampaikan bahwa perkembangan industri hilirisasi di Kolaka terus menunjukkan kemajuan signifikan.


Smelter Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) di kawasan Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP) telah berdiri dan direncanakan akan diresmikan pada Februari mendatang.


Sementara itu, fasilitas pengolahan HPAL untuk bijih nikel jenis limonit ditargetkan mulai beroperasi pada Juni.


“Ini semua bukan lagi barang mentah yang dijual keluar, tapi sudah berbentuk setengah jadi. Dampaknya luar biasa terhadap dana bagi hasil yang diterima daerah,” tegas Amri.


Menurutnya, tantangan ke depan adalah memastikan seluruh proses berjalan sesuai regulasi dan tetap dikawal bersama.


Tujuannya agar potensi pendapatan tersebut benar-benar berdampak pada pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat Kolaka.


“Tinggal kita kawal bersama agar semua ini berjalan dengan baik,” pungkasnya. (nov)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Hilirisasi Nikel Dongkrak PAD Kolaka, Target Rp300 Miliar Kian Realistis

Terkini

Topik Populer

Iklan