Iklan

terkini

Longboat Sempat Hilang Kontak di Perairan Padei Laut, Nelayan Menui Ditemukan Selamat

1/17/26, 18:45 WIB Last Updated 2026-01-17T11:45:24Z

TIM Basarnas Kendari saat melakukan pencarian nelayan yang hilang di perairan Padei Laut, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, pada Jumat (17/1/2026). | Foto: istimewa

MOROWALI, IVK – Kekhawatiran keluarga Kasim Marama (55) akhirnya berakhir lega.


Pria asal Menui Kepulauan itu ditemukan dalam kondisi selamat.


Karena sebelumnya Kasim Marama sempat mengalami lost contact saat berlayar menggunakan longboat di perairan Padei Laut, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.


Informasi hilangnya korban pertama kali diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari pada Jumat (17/1/2026) pukul 14.15 Wita.


Laporan disampaikan oleh Hasrun, anggota keluarga korban, yang menyebut Kasim tak lagi dapat dihubungi saat melakukan perjalanan laut seorang diri.


Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue Pos SAR Konawe Utara (Konut) langsung bergerak cepat.


Pada pukul 14.30 Wita, tim diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan jarak tempuh sekitar 53 mil laut dari Pos SAR Konut.


Saat operasi pencarian berlangsung, kondisi cuaca dilaporkan berawan dengan potensi hujan.


Kecepatan angin mencapai 20 knot dari arah barat, sementara tinggi gelombang berada di kisaran 0,5 hingga 0,75 meter.


Upaya pencarian membuahkan hasil.


Sekitar pukul 16.30 Wita, keluarga korban menginformasikan bahwa Kasim telah ditemukan sekitar 2,77 mil laut di arah timur laut dari titik lokasi terakhir yang diketahui (Last Known Position/LKP).


Korban ditemukan dalam keadaan selamat dan segera dievakuasi ke Pulau Menui.


Setelah menerima informasi tersebut, tim SAR Pos Konut kembali ke Dermaga Molawe pada pukul 16.40 Wita dan tiba sekitar pukul 18.00 Wita.


Dengan ditemukannya korban dalam kondisi selamat, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup.


Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S., menjelaskan bahwa korban sebelumnya berangkat dari Menui pada Kamis (15/1/2026) sekitar pukul 08.00 Wita.


Tujuannya adalah Desa Molore, Konawe Utara, menggunakan longboat berbahan fiber.


“Korban sempat singgah di Desa Buranga untuk mengisi bahan bakar sebelum melanjutkan perjalanan. Posisi terakhir yang diketahui berada di sekitar Reef Manaha Mengkedu,” jelas Amiruddin.


Normalnya, perjalanan laut tersebut ditempuh sekitar 12 jam.


Namun hingga waktu yang diperkirakan, korban tak kunjung tiba di tujuan.


Pihak keluarga bersama masyarakat sempat melakukan pencarian mandiri, namun belum membuahkan hasil hingga laporan disampaikan ke Basarnas.


Dalam operasi ini, sejumlah unsur terlibat, mulai dari Staf Ops KPP Kendari, Pos SAR Konut, Polair Konut, Pos TNI AL Konut, hingga masyarakat dan keluarga korban.


Berbagai peralatan SAR turut disiagakan, di antaranya Rigid Inflatable Boat (RIB), longboat, aquaeye, peralatan medis dan evakuasi, serta perangkat komunikasi dan keselamatan lainnya.


Dengan berakhirnya operasi ini, Basarnas kembali mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan melengkapi diri dengan alat keselamatan sebelum berlayar. (nov) 

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Longboat Sempat Hilang Kontak di Perairan Padei Laut, Nelayan Menui Ditemukan Selamat

Terkini

Topik Populer

Iklan