Iklan

terkini

Di Tengah Tekanan Global, PT Vale Catat Penjualan 2,2 Juta Ton Ore di Morowali Awal 2026

2/21/26, 15:52 WIB Last Updated 2026-02-21T08:52:48Z
PT Vale Indonesia Growth Project (IGP) Morowali catatkan produksi dan penjualan 2,2 juta ton ore pada awal 2026. | Foto: Istimewa


MOROWALI, IVK – Di saat industri pertambangan global menghadapi tekanan harga komoditas, gangguan rantai pasok, dan tuntutan standar keberlanjutan yang semakin ketat, PT Vale Indonesia Tbk justru mencatat capaian positif.


Melalui proyek Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, perusahaan membukukan produksi dan penjualan 2,2 juta ton ore pada awal 2026. Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa operasional tetap berjalan stabil di tengah dinamika industri yang tidak mudah.


Capaian tersebut bukan sekadar angka produksi. Di baliknya ada perencanaan tambang yang terintegrasi, penguatan sistem operasional, serta kolaborasi lintas fungsi yang solid, mulai dari tim proyek hingga mitra kerja di lapangan.


Direktur dan Chief Project Officer PT Vale Indonesia, Muhammad Asril, menyebut keberhasilan ini sebagai hasil kerja kolektif seluruh elemen perusahaan.


“Capaian 2,2 juta ton penjualan ore pada awal tahun ini adalah buah dari kolaborasi dan komitmen bersama. Terima kasih kepada seluruh karyawan, mitra kerja, kontraktor, pemerintah, dan stakeholder yang telah mendukung operasional tetap berjalan baik di tengah berbagai tantangan,” ujarnya.


Menurut Asril, konsistensi kinerja juga dibarengi dengan komitmen terhadap prinsip pertambangan berkelanjutan dengan mengutamakan keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat sekitar wilayah operasi.


### Dorong Dampak Nyata di Morowali


Di Kabupaten Morowali, kontribusi perusahaan tidak hanya terlihat dari aktivitas produksi, tetapi juga melalui program sosial dan lingkungan. Peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi lokal, hingga pengembangan infrastruktur dasar menjadi bagian dari agenda keberlanjutan.


Hingga akhir Januari 2026, perusahaan telah melakukan hydroseeding di lahan seluas 16 hektare, memasang sistem pengendalian erosi di Mine Haul Road, serta membangun fasilitas nursery berkapasitas awal 400 ribu bibit per tahun untuk mendukung reklamasi pascatambang.


Head of Mine Operation Bahodopi PT Vale Indonesia, Wafir, menegaskan bahwa keberhasilan awal tahun ini mencerminkan kesiapan proyek menjaga stabilitas jangka panjang.


“Kami memperkuat efisiensi, pengendalian risiko, serta implementasi standar keselamatan dan lingkungan yang ketat. Tantangan industri justru menjadi momentum untuk memperkuat ketangguhan organisasi,” jelasnya.


### Fondasi Target 2026


Persaingan industri nikel yang semakin ketat mendorong perusahaan terus berinovasi. Optimalisasi perencanaan tambang, peningkatan produktivitas alat, serta manajemen risiko menjadi fokus utama. Budaya kerja berorientasi keselamatan (safety first) juga terus diperkuat di seluruh lini operasional.


Dukungan pemerintah daerah dan pusat dinilai turut menciptakan iklim usaha yang kondusif, baik dari sisi regulasi maupun sinergi pembangunan daerah.


Capaian 2,2 juta ton ore pada awal 2026 ini menjadi fondasi bagi target kinerja sepanjang tahun. Dengan disiplin eksekusi dan perencanaan matang, PT Vale optimistis mampu menjaga keseimbangan antara produktivitas dan tanggung jawab lingkungan.


Lebih dari sekadar volume produksi, capaian ini mencerminkan konsistensi, sinergi, serta kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan pembangunan berkelanjutan nasional. (nov)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Di Tengah Tekanan Global, PT Vale Catat Penjualan 2,2 Juta Ton Ore di Morowali Awal 2026

Terkini

Topik Populer

Iklan