![]() |
| Sejumlah pengendara kendaraan roda dua dan roda empat mengantre di salah satu SPBU yang berada di Kabupaten Kolaka, Senin (27/4/2026). | Foto: Hasrul |
KOLAKA, IVK – Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis non-subsidi di wilayah Kolaka mengalami kenaikan yang cukup signifikan, mengikuti pergerakan harga minyak mentah dunia.
Hal ini diungkapkan oleh Arifudin, pengelola SPBU Jalan Pramuka Kolaka, yang menjelaskan perubahan harga terbaru tersebut.
Menurut keterangan Ari, ketiga jenis BBM non-subsidi mengalami kenaikan harga yang cukup tajam.
Jenis bahan bakar yang mengalami kenaikan adalah:
- Pertamax Turbo: Dari harga semula Rp13.350 per liter, naik menjadi Rp19.850 per liter.
- Pertamina Dex: Dari harga semula Rp14.800 per liter, naik menjadi Rp24.450 per liter.
- Dexlite: Dari harga semula Rp14.350 per liter, naik menjadi Rp24.150 per liter
Kenaikan harga ini kata dia, tidak terlepas dari pergerakan harga minyak mentah dunia yang saat ini mencapai angka US$106,37 per barel.
Kenaikan harga minyak mentah di pasar internasional menjadi faktor utama yang memengaruhi penyesuaian harga jual BBM di tingkat SPBU, seperti yang dialami di wilayah Kolaka.
"Kenaikan harga ini terjadi tidak hanya di satu daerah saja, melainkan secara nasional. Hanya saja, meskipun terjadi kenaikan harga, kita dapat melihat bagaimana tingkat penjualan di lapangan, khususnya di SPBU, merespons perubahan ini. Saat ini, sebagian besar konsumen tetap menggunakan bahan bakar non-subsidi, karena kuota bahan bakar bersubsidi juga sangat terbatas," pungkasnya. (rul)
