![]() |
| Kondisi area lingkungan kampus USN di Popalia dipenuhi rumput dan tanaman liar. | Foto: Istimewa |
KOLAKA, IVK – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Ekonomi (FISIE) Universitas Sembilan Belas November (USN) Kolaka, Ilham Hairun, melayangkan kecaman keras terhadap kinerja birokrasi kampus terkait buruknya pemeliharaan lingkungan.
Menurutnya, kampus seharusnya menjadi cerminan positif dari nilai-nilai intelektualisme. Namun, realitas yang terjadi justru memberikan kesan buruk terkait manajemen dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Dalam tinjauan kami di lapangan baru-baru ini, terlihat kondisi vegetasi yang tumbuh sangat liar dan tak terkendali. Hal ini berpotensi mengganggu aktivitas akademik maupun mobilitas mahasiswa,” ujar Ilham kepada Info Viral Kolaka, pada Rabu (15/4/2026).
Ia mencontohkan, banyaknya tanaman rimbun yang menutupi jalur pejalan kaki serta pohon-pohon yang terlihat berserakan tanpa penataan yang baik. Kondisi ini dinilai mencerminkan adanya pengabaian serius dalam aspek manajerial lingkungan.
Ilham menegaskan, persoalan ini bukan sekadar soal keindahan atau estetika semata. Lebih dari itu, hal ini menyangkut kenyamanan dan keselamatan seluruh sivitas akademika.
“Lingkungan yang tidak terawat berisiko menjadi sarang binatang liar dan mengurangi rasa aman, terutama bagi mahasiswa yang beraktivitas hingga sore hari,” jelasnya.
Sebagai mahasiswa yang mempelajari ilmu manajemen, Ilham menilai pengelolaan kampus harus mencerminkan prinsip efisiensi dan tata kelola yang baik.
“Kami di FISIE belajar tentang manajemen dan pelayanan publik. Sangat menyedihkan melihat birokrasi seolah menutup mata terhadap penurunan kualitas lingkungan di depan mata kita sendiri. Anggaran pemeliharaan seharusnya dialokasikan secara transparan dan dieksekusi dengan nyata,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Ilham menuntut pihak universitas untuk segera mengambil langkah konkret, mulai dari pembersihan massal hingga penataan ulang taman dan fasilitas kampus.
Ia juga memperingatkan bahwa mahasiswa tidak akan tinggal diam jika aspirasi terkait kelayakan fasilitas ini tidak segera ditindaklanjuti.
"Kita butuh aksi nyata, bukan sekadar janji pembenahan di atas kertas. Jika pihak kampus tidak mampu merawat apa yang sudah ada, bagaimana kita bisa bermimpi membangun masa depan yang lebih besar?,” pungkasnya. (nov)
