Iklan

terkini

SPPG Muhammadiyah Pomalaa Dilaunching, Sentuh 2.194 Siswa, Didukung Kedubes Tiongkok

4/21/26, 09:40 WIB Last Updated 2026-04-21T02:40:33Z

Organisasi Masyarakat (Ormas) Muhammadiyah resmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Muhammadiyah Dawi-dawi, Senin (20/4/2026). | Foto: Dokumen Info Viral Kolaka

KOLAKA, IVK – Grand launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muhammadiyah Pomalaa berlangsung meriah, Senin (20/4/2026), di SMP Muhammadiyah Dawi-Dawi.


Kegiatan ini turut dihadiri Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok, Zhen Wangda, bersama jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah.


Peluncuran SPPG ini menjadi momen penting karena dapur makan bergizi yang digunakan merupakan bantuan langsung dari Kedutaan Besar Tiongkok, sebagai bagian dari kerja sama internasional di bidang sosial dan kemanusiaan.


Koordinator Nasional Program Makan Bergizi Muhammadiyah, Syafruddin Anhar, menjelaskan bahwa SPPG Pomalaa merupakan bagian dari program nasional yang dikelola Muhammadiyah.


Saat ini, Muhammadiyah dipercaya mengelola 325 SPPG yang tersebar di 19 provinsi dan 56 kabupaten/kota di Indonesia. Khusus di Sulawesi Tenggara, SPPG Pomalaa menjadi satu-satunya unit yang beroperasi.


“Alhamdulillah, dapur ini sudah memberikan manfaat luas. Tidak hanya untuk siswa Muhammadiyah, tapi juga untuk siswa dari sekolah lain,” ujarnya.


Ia menyebut, dapur SPPG Pomalaa kini melayani sekitar 2.194 siswa. Menariknya, sebagian besar penerima manfaat justru berasal dari luar sekolah Muhammadiyah.


Sementara itu, Bupati Kolaka yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Agus Salim, menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah konkret dalam meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus membantu kebutuhan pangan masyarakat.


Menurutnya, selama ini Muhammadiyah telah menjadi mitra strategis pemerintah, baik di sektor pendidikan, sosial, hingga kesejahteraan masyarakat.


“Dengan hadirnya SPPG ini, kita harapkan program MBG bisa berjalan profesional dan benar-benar memberi dampak bagi masyarakat,” katanya.


Dari sisi internasional, Dubes Tiongkok Zhen Wangda menyampaikan bahwa bantuan dapur SPPG merupakan bentuk persahabatan antara Tiongkok dan Indonesia, khususnya dengan komunitas Muslim.


“Dapur ini mungkin sederhana, tapi di dalamnya ada kehangatan dan harapan. Setiap makanan yang disajikan membawa kebahagiaan bagi banyak keluarga,” ujarnya.


Ia juga menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan Muhammadiyah di berbagai bidang, termasuk pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.


Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Irwan Hakim, mengingatkan bahwa konsep pemenuhan gizi sebenarnya sudah menjadi perhatian Muhammadiyah sejak awal berdiri.


Mengacu pada ajaran pendiri Muhammadiyah, Ahmad Dahlan, ia menekankan pentingnya memastikan generasi tidak tumbuh dalam kondisi lemah, baik secara ekonomi maupun kesehatan.


“Gizi yang baik akan berdampak pada kecerdasan anak. Jadi jangan hanya melihat gratisnya, tapi kualitas gizinya harus benar-benar dijaga,” tegasnya.


Ia juga mengingatkan pengelola SPPG agar menjaga standar kebersihan dan kualitas makanan, sehingga program ini tidak hanya berjalan, tetapi juga berkelanjutan tanpa menimbulkan masalah.


Kegiatan launching ditutup dengan penandatanganan prasasti kerja sama serta peninjauan langsung dapur SPPG Muhammadiyah Pomalaa oleh para tamu undangan. (rul)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • SPPG Muhammadiyah Pomalaa Dilaunching, Sentuh 2.194 Siswa, Didukung Kedubes Tiongkok

Terkini

Iklan