Iklan

terkini

SPBU Sabilambo Ungkap Kronologi Ambulans Tak Bisa Isi Pertalite: Barcode Tidak Sesuai Aturan

6/04/26, 14:48 WIB Last Updated 2026-06-04T07:49:02Z
Pihak SPBU Sabilambo klarifikasi video viral memperlihatkan petugas SPBU tak layani ambulans yang sedang membawa jenazah. | Foto: Dokumen IVK


KOLAKA, IVK – Pihak Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU) 7493508 atau lebih dikenal dengan sebutan SPBU Sabilambo memberikan penjelasan terkait kejadian sebuah ambulans yang mengalami kendala saat melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi.


Pengawas SPBU Sabilambo, Muh. Fadhillah A, menjelaskan kejadian tersebut bermula saat mobil ambulans yang membawa jenazah datang ke SPBU pada Selasa malam (2/6/2026) sekitar pukul 20.00 WITA untuk melakukan pengisian Pertalite.


Saat itu, kata Fadhillah, petugas SPBU tetap melayani kendaraan tersebut dan melakukan proses pemindaian QR Code sebagai syarat pembelian BBM subsidi.


Namun setelah dilakukan pengecekan melalui sistem, kuota pada QR Code yang terdaftar untuk kendaraan ambulans tersebut telah habis.


“Awalnya kendaraan masuk sampai ke jalur pengisian, tetapi ketika barcode discan ternyata kuotanya sudah tidak mencukupi atau sudah habis,” ujar Fadhillah saat ditemui di Kantor SPBU Sabilambo, Kamis (4/6/2026).


Lantaran barcode untuk jatah BBM subsidi ambulans tersebut sudah terpakai habis, pengemudi ambulans kemudian mengeluarkan barcode lain.


Namun begitu petugas jaga mengscan barcode tersebut, ternyata nomor kendaraan yang muncul tidak sesuai dengan milik ambulans itu.


Fadhillah kemudian menjelaskan, berdasarkan ketentuan pembelian BBM subsidi, kendaraan roda empat hanya dapat melakukan pengisian menggunakan QR Code yang sesuai dengan nomor polisi kendaraan.


Dalam kondisi tersebut, pengemudi ambulans kemudian menunjukkan barcode lain, namun barcode tersebut tidak sesuai dengan plat nomor kendaraan yang digunakan.


“Kalau barcode lain tidak sesuai dengan kendaraan, kami tidak bisa melakukan pengisian karena sistem tidak mengizinkan,” jelasnya.


Fadhillah menuturkan, pihak SPBU saat itu tetap memberikan alternatif dengan mengarahkan pengemudi untuk menggunakan BBM non subsidi yang tersedia.


“Operator kami mengarahkan untuk menggunakan Pertamax Turbo karena kebetulan hanya itu alternatif yang tersedia pada saat itu,” katanya.


Ia mengaku tidak berada di lokasi saat kejadian berlangsung, namun berdasarkan laporan petugas dan rekaman video yang beredar, pelayanan telah diberikan sesuai prosedur.


“Karena situasi sudah tidak kondusif ditambah pengemudi ambulans itu juga tidak ingin menggunakan Pertamax jenis Turbo, akhirnya pengemudi tersebut memilih pergi. Namun hasil pengecekan pihak kami, pengemudi ambulans tersebut tetap melakukan pengisian BBM jenis Pertamax 92 di SPBU Balandete,” jelasnya.


Fadhillah juga memahami kondisi yang dialami pengemudi ambulans yang sedang menjalankan tugas membawa jenazah dalam perjalanan jauh.


“Kami memahami situasi kemanusiaan tersebut, tetapi petugas juga memiliki kewajiban mengikuti aturan penyaluran BBM subsidi,” ungkapnya.


Atas viralnya kejadian itu, Fadhillah juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah diatensi apabila terjadi kejadian serupa kasus ambulans tersebut, agar petugas tetap melakukan pengisian BBM kendati jatah subsidi hariannya sudah habis.


“Kami sudah diberi tahu, apabila ada kejadian seperti itu, agar tetap dibantu, baik diarahkan untuk menggunakan Pertamax atau dengan barcode yang ada,” ucapnya.

 

Sebelumnya, kejadian tersebut ramai diperbincangkan setelah video perdebatan antara pengemudi ambulans dan petugas SPBU beredar di media sosial.


Pihak SPBU berharap masyarakat memahami mekanisme pembelian BBM subsidi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.


“Prinsipnya kami tetap melayani masyarakat, namun untuk BBM subsidi harus sesuai dengan aturan yang berlaku,” tutup Fadhillah. (nov)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • SPBU Sabilambo Ungkap Kronologi Ambulans Tak Bisa Isi Pertalite: Barcode Tidak Sesuai Aturan

Terkini

Topik Populer

Iklan