KOLAKA, IVK — Suasana duka masih menyelimuti pemakaman almarhum Haerul Saleh di Kabupaten Kolaka, Sabtu (9/5/2026).
Kepergian tokoh asal Sulawesi Tenggara itu meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, kerabat, hingga masyarakat yang mengenalnya sebagai sosok sederhana dan penuh perhatian.
Salah satu kerabat almarhum, Ramadhan Husain, mengaku sangat kehilangan atas wafatnya Haerul Saleh yang meninggal dunia akibat musibah kebakaran rumah pribadinya di Jakarta Selatan, pada Jumat (8/5/2026).
Ramadhan Husain yang juga merupakan Anggota DPRD Kolaka Fraksi Partai Demokrat dari Daerah Pemilihan (Dapil) II menyebut almarhum sebagai figur panutan dalam keluarga maupun di tengah masyarakat.
“Beliau ini sosok panutan di keluarga kami. Banyak membantu keluarga, dan betul-betul kami tuakan. Buat saya pribadi, beliau bukan hanya kakak, tapi juga seperti orang tua,” ujar Ramadhan saat ditemui di area pemakaman.
Menurutnya, Haerul Saleh dikenal sebagai figur yang selalu hadir membantu keluarga maupun masyarakat yang membutuhkan.
Sebagai putra daerah Kolaka, almarhum juga dikenal luas selama berkiprah di dunia politik hingga akhirnya dipercaya menjadi Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Sebelum menjabat di BPK RI, Haerul Saleh pernah menjadi anggota DPR RI dari Partai Gerindra mewakili daerah pemilihan Sulawesi Tenggara.
Ramadhan mengaku masih tidak percaya dengan kabar wafatnya sang kerabat, apalagi selama ini almarhum dikenal memiliki kondisi fisik yang sehat dan aktif.
Ia bahkan mengaku sempat merasakan firasat sebelum kabar duka itu datang.
“Malam sebelum kejadian, saya beberapa kali terbangun. Ada perasaan yang sulit dijelaskan, seperti ada sesuatu yang mengganggu pikiran saya. Tapi saya anggap itu hanya perasaan biasa,” tuturnya.
Firasat itu, kata dia, kembali muncul hingga dini hari sebelum akhirnya pagi harinya ia menerima telepon dari keluarga di Jakarta yang mengabarkan Haerul Saleh meninggal dunia.
“Saya benar-benar kaget. Karena setahu saya beliau sangat sehat dan kuat. Tapi Allah punya kehendak lain,” katanya lirih.
Ramadhan juga mengenang kedekatannya dengan almarhum yang hampir setiap bulan ia temui saat berada di Jakarta.
“Hampir setiap saya ke Jakarta, saya selalu silaturahmi dengan beliau. Banyak urusan saya juga dibantu beliau,” ujarnya.
Kepergian Haerul Saleh pun meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga besar, tetapi juga masyarakat Sulawesi Tenggara yang mengenalnya sebagai figur rendah hati dan peduli terhadap daerah asalnya. (nov)
