LUWU TIMUR, IVK – PT Vale Indonesia Tbk kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas jurnalisme di daerah melalui penyelenggaraan Upskilling & Site Visit Media 2026.
Hal itu sejalan dengan prinsip PT Vale Indonesia di bidang Environment, Social, and Governance (ESG) yang berbasis pada transparansi dan kolaborasi.
Kegiatan bertema "Tangguh dan Bertanggung Jawab: Bertumbuh dengan Integritas, Memimpin dengan Tanggung Jawab" itu kemudian dikolaborasikan dengan Tempo Institute.
Pelatihan digelar selama tiga hari yang diikuti puluhan jurnalis dari berbagai wilayah, mulai dari Luwu Timur, Kolaka, hingga Makassar.
Dimulai dengan pembekalan materi Tempo Institute kepada para jurnalis yang berlangsung di Ballroom Mireya Hotel Sorowako, Kompleks Sumasang 3, Jalan Ontini Nomor 1, Desa Sorowako, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, Minggu hingga Senin (26-27/7/2026).
Head of External Relations Sorowako & Outer Area PT Vale Indonesia, Yusri Yunus, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-58 PT Vale sekaligus menjadi ruang silaturahmi, berbagi pengalaman, dan meningkatkan kapasitas insan pers.
Menurutnya, perusahaan ingin terus membangun komunikasi yang terbuka dengan media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
"Agenda ini memang dirangkaikan dengan HUT ke-58 PT Vale. Selain menjadi ajang silaturahmi, kami ingin terus berbagi dan saling bertukar pikiran dengan teman-teman media," ujar Yusri saat membuka kegiatan.
Ia menyebut pelatihan tersebut telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraan.
Yusri menegaskan salah satu nilai yang terus dijaga PT Vale adalah keterbukaan terhadap publik.
Karena itu, perusahaan tetap membuka ruang bagi media untuk memberikan kritik maupun masukan yang membangun demi perbaikan perusahaan ke depan.
"Kami terbuka menerima saran maupun kritik yang sifatnya membangun agar perusahaan ini bisa terus berkembang dan semakin baik," katanya.
Ia juga menjelaskan PT Vale saat ini terus berkembang melalui sejumlah proyek strategis di berbagai daerah.
Menurutnya, pertumbuhan perusahaan harus berjalan seiring dengan pertumbuhan daerah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Yusri berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kompetensi para jurnalis sehingga semakin profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Ia mengibaratkan pelatihan tersebut seperti seseorang yang telah mahir mengemudi, tetapi tetap membutuhkan surat izin mengemudi sebagai bentuk kompetensi yang diakui.
"Teman-teman sebenarnya sudah punya kemampuan menulis. Melalui upskilling ini kompetensinya semakin meningkat sehingga saat menghadapi berbagai tantangan di lapangan bisa lebih siap dan bertanggung jawab," jelasnya.
Selain pelatihan di dalam kelas, PT Vale juga mengajak peserta mengikuti site visit pada hari terakhir kegiatan, Selasa (28/7/2026) ke sejumlah area operasional perusahaan.
Kegiatan itu bertujuan memberikan gambaran langsung mengenai proses bisnis perusahaan, mulai dari aktivitas pertambangan, pengolahan, hingga pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
Yusri menegaskan PT Vale membuka akses bagi media untuk melihat secara langsung operasional perusahaan sebagai bentuk transparansi.
"Silakan melihat langsung bagaimana proses bisnis kami di tambang, pabrik maupun PLTA. Kami sangat terbuka dan menghargai teman-teman media yang ingin mengetahui langsung aktivitas perusahaan," ungkapnya.
Selama pelatihan, peserta juga akan mendapatkan materi mengenai perkembangan proyek perusahaan, program pemberdayaan masyarakat (PPM), serta pengelolaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Sementara itu, Redaktur Pelaksana Tempo, Remon Dusrikan, mengapresiasi kepedulian PT Vale yang dinilai konsisten meningkatkan kapasitas jurnalis di daerah.
Menurutnya, masih sedikit perusahaan yang memberikan perhatian terhadap pengembangan kompetensi wartawan daerah.
Padahal, kata dia, tantangan terbesar peningkatan kualitas jurnalisme justru berada di daerah.
"Kami berterima kasih kepada PT Vale yang memiliki kepedulian terhadap peningkatan kompetensi jurnalis daerah. Tidak banyak perusahaan yang memberikan perhatian seperti ini," ujarnya.
Remon menilai peningkatan kualitas jurnalistik menjadi sangat penting di tengah maraknya penyebaran hoaks, disinformasi, dan misinformasi di berbagai platform digital.
Ia mengatakan produk jurnalistik yang berkualitas menjadi salah satu cara efektif melawan penyebaran informasi yang tidak benar.
"Salah satu cara melawan hoaks dan disinformasi adalah dengan menghadirkan produk jurnalistik yang berkualitas, dan itu lahir dari jurnalis yang terus meningkatkan kapasitasnya," katanya.
Ia juga mengajak seluruh peserta aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman selama pelatihan berlangsung.
Menurutnya, proses belajar tidak hanya datang dari narasumber, tetapi juga dari pengalaman para jurnalis di daerah.
"Kami dari Jakarta juga datang dengan gelas kosong. Kami ingin belajar dari pengalaman teman-teman di daerah, jadi mari saling berbagi dan berdiskusi," tuturnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi, di antaranya Apa Itu Jurnalisme Investigasi, Menemukan Ide Liputan Investigasi, Teknik Riset dan Penelusuran Fakta, Pemanfaatan AI untuk Riset dan Verifikasi Awal, Wawancara Investigatif, Jurnalisme Data, Etika dan Keamanan Jurnalis, hingga simulasi penyusunan liputan investigasi. (nov)
