![]() |
| 11 Kelompok Pengelola dan Pemanfaat Sistem Penyediaan Air Minum (KP SPAM) mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar di Aula Hotel SR Kolaka, Selasa (23/12/2025). | Foto: Hasrul |
KOLAKA, IVK – Upaya memastikan keberlanjutan layanan air bersih bagi masyarakat terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Kolaka.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), sebanyak 11 Kelompok Pengelola dan Pemanfaat Sistem Penyediaan Air Minum (KP SPAM) mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar di Aula Hotel SR Kolaka, Selasa (23/12/2025).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Kolaka yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kolaka, Agus Salim.
Tak hanya diikuti para pengelola SPAM, Bimtek ini juga melibatkan kader Posyandu, lurah, serta kepala desa dari wilayah yang memiliki fasilitas SPAM yang dibangun Pemerintah Kabupaten Kolaka melalui Dinas PUPR.
Keterlibatan lintas unsur ini diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam pengelolaan dan pemanfaatan sarana air bersih di tingkat desa dan kelurahan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kolaka, Ihwan Halik, menjelaskan bahwa Bimtek KP SPAM bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola, baik dari sisi teknis, manajemen waktu, maupun efisiensi biaya.
“Di Kabupaten Kolaka saat ini terdapat 11 unit SPAM yang tersebar di sejumlah desa dan kelurahan. Seluruhnya dikelola langsung oleh masyarakat setempat. Agar fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, para pengelola perlu dibekali pemahaman dan keterampilan yang memadai,” ujar Ihwan.
Ia menambahkan, keterlibatan kader Posyandu, kepala desa, lurah, hingga unsur TNI AD sebagai pembina wilayah menjadi bagian penting dalam mendukung pengelolaan SPAM, terutama dari aspek kesehatan, pengawasan, dan keberlanjutan layanan.
Sementara itu, Staf Dinas PUPR Kolaka, Sofyan Nasir, yang juga menjadi narasumber, memaparkan bahwa SPAM di Kabupaten Kolaka tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Kelurahan Balandete, Lalombaa, Wundulako, Lamekongga, Silea, dan Anaiwoi, serta Desa Tikonu, Sani-Sani, Lana, Langgosipi, dan Ranosangia.
“Kami berharap bangunan SPAM yang sudah ada ini dapat dikelola secara optimal oleh kelompok pengelola dan pemanfaat, sehingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan akses air bersih dan air minum,” kata Sofyan.
Selain Sofyan Nasir, Bimtek ini juga menghadirkan narasumber lain, yakni Irfan Cakra Pratama dari Fasilitator KIBM Pamsimas utusan Balai, serta Ahmad Susatya selaku konsultan teknis.
Melalui Bimtek ini, Dinas PUPR Kolaka berharap pengelolaan SPAM berbasis masyarakat dapat berjalan lebih profesional, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. (rul/ivk)
