![]() |
| PT Vale IGP Pomalaa serahkan bantuan peralatan water rescue secara simbolis kepada Basarnas Kolaka di Mekongga Office, Rabu (21/1/2026). | Foto: Istimewa |
KOLAKA, IVK — Upaya penguatan kapasitas penanganan bencana di wilayah Kolaka Raya terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.
PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa menyerahkan bantuan peralatan Water Rescue kepada Basarnas Kolaka, sekaligus membuka kegiatan Pelatihan Search and Rescue (SAR) yang akan berlangsung selama empat hari.
Kegiatan tersebut digelar di Mekongga Office, Rabu (21/1/2026), sebagai bagian dari implementasi program Environmental, Social, and Governance (ESG) PT Vale dan program Kolaka Sehat, Bersih, dan Berdaya, khususnya pada pilar sosial dan keselamatan masyarakat di wilayah pemberdayaan perusahaan.
Pelatihan SAR ini dirancang dengan komposisi dua hari pemberian materi dan dua hari praktik lapangan, guna meningkatkan kemampuan teknis dan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi situasi darurat, terutama di wilayah perairan yang memiliki tingkat risiko cukup tinggi.
Tidak hanya melibatkan personel internal dan Basarnas, kegiatan ini juga membuka ruang pelibatan unsur masyarakat di wilayah pemberdayaan PT Vale, sebagai bagian dari upaya membangun ketangguhan komunitas (community resilience) dalam menghadapi potensi bencana.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Kolaka, Amiruddin AS, yang membuka kegiatan secara resmi, menekankan pentingnya keseriusan peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.
Menurutnya, Indonesia merupakan wilayah dengan potensi bencana yang sangat tinggi, baik di darat maupun di perairan, sehingga kemampuan SAR menjadi kebutuhan mendesak.
“Indonesia ini bisa disebut sebagai supermarket bencana. Karena itu, peserta harus benar-benar memahami dan menguasai materi yang diberikan, agar siap menghadapi kondisi darurat kapan pun dibutuhkan,” ujar Amiruddin.
Ia menilai, bantuan peralatan Water Rescue yang diberikan PT Vale sangat berarti dan tepat sasaran, terlebih di tengah keterbatasan pembaruan peralatan akibat kebijakan efisiensi anggaran.
“Bantuan ini membantu kami memperkuat kemampuan SAR, khususnya di wilayah Kolaka Raya. Kami berharap sinergi dan kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut, termasuk dalam pelatihan bersama dan pelibatan masyarakat ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, Senior Coordinator Safety & EMRC Response PT Vale IGP Pomalaa, Deri Nurjaya Putra, menjelaskan bahwa pelatihan SAR ini merupakan bagian dari komitmen PT Vale dalam penerapan prinsip ESG yang berorientasi pada keselamatan, kesiapsiagaan bencana, dan pemberdayaan masyarakat.
“Pelatihan ini tidak hanya ditujukan bagi tim tanggap darurat perusahaan, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi. Ini sejalan dengan komitmen ESG kami, bahwa keselamatan dan kesiapsiagaan bencana adalah tanggung jawab bersama,” ungkap Deri.
Ia menambahkan, pelibatan masyarakat dalam peningkatan kapasitas SAR diharapkan dapat menciptakan sistem kesiapsiagaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
“Melalui kombinasi teori dan praktik, kami berharap kompetensi peserta semakin terasah. Kegiatan SAR bukan semata tugas kemanusiaan, tetapi juga bentuk pengabdian sosial dan upaya membangun ketangguhan wilayah,” jelasnya.
Deri menegaskan, kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas pihak menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko serta dampak bencana, terutama di daerah dengan karakter geografis dan potensi risiko tinggi seperti Kolaka.
Rangkaian kegiatan penyerahan bantuan ditutup dengan pertukaran plakat antara PT Vale Indonesia dan Basarnas sebagai simbol sinergi berkelanjutan dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana, peningkatan kapasitas SAR, serta perlindungan masyarakat di wilayah Kolaka dan sekitarnya. (nov)
