Iklan

terkini

Edukasi Safety Riding di Lutim Dibubarkan Ormas Aliansi Petani Loeha Raya, Ratusan Siswa Alami Ketakutan

2/13/26, 21:12 WIB Last Updated 2026-02-13T14:12:03Z

Aliansi Petani Loeha Raya saat bubarkan kegiatan edukasi safety riding yang diselenggarakan PT Vale Indonesia di Desa Tokalimbo, Kecamatan Loeha Raya, Kabupaten Luwu Timur, Kamis (12/2/2026). | Foto: Istimewa

LUWU TIMUR, IVK – Suasana yang semula penuh semangat berubah mencekam dalam hitungan menit.


Ratusan siswa berseragam Pramuka dan Palang Merah Remaja yang berkumpul untuk mengikuti sosialisasi keselamatan berkendara dan pelatihan pertolongan pertama, justru harus membubarkan diri setelah sekelompok massa mendatangi lokasi kegiatan.


Kegiatan edukasi dalam rangka Bulan K3 Nasional itu digelar Kamis, 12 Februari, di Desa Tokalimbo, Loeha Raya.


Sejak pagi, para pelajar terlihat antusias. Mereka bersiap menerima materi safety riding dan praktik pertolongan pertama seperti Resusitasi Jantung Paru (RJP), penanganan patah tulang, luka, hingga teknik evakuasi korban pingsan.


Acara dibuka oleh Manager Health Safety Environment and Risk (HSER) Sorowako Growth PT Vale Indonesia, Murianti.


Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya edukasi keselamatan bagi generasi muda.


“Kehadiran kami untuk berbagi pengetahuan tentang keselamatan berkendara dan pertolongan pertama. Tahun lalu tercatat lebih dari 25 kecelakaan. Kami ingin angka itu tidak terulang,” ujarnya di hadapan siswa, guru, aparat desa, dan tenaga kesehatan puskesmas yang turut hadir.


Namun, di tengah penyampaian materi kedua, situasi berubah.


Sejumlah orang yang mengatasnamakan Aliansi Petani Loeha Raya (APL) tiba-tiba memasuki ruangan dan meminta kegiatan dihentikan.


Suasana mendadak ricuh. Mikrofon yang sedang digunakan pemateri disebut sempat direbut, sementara teriakan meminta pembubaran terdengar di dalam ruangan.


Raut wajah siswa yang semula antusias berubah tegang. Beberapa terlihat ketakutan, bahkan menangis. Materi praktik yang dinantikan dengan manekin dan alat peraga yang sudah disiapkan tak sempat dilanjutkan.


Sejumlah pernyataan bernada keras juga terdengar di lokasi.


Massa mempertanyakan kehadiran pihak perusahaan dan mengaitkannya dengan isu konflik lahan.


Situasi yang memanas membuat kegiatan akhirnya dihentikan demi menjaga keamanan peserta.


Tim penyelenggara berupaya menenangkan keadaan dan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut murni bersifat edukatif.


Namun, demi menghindari eskalasi lebih lanjut, siswa diminta meninggalkan ruangan.


Seorang peserta yang enggan disebutkan namanya mengaku terkejut dengan peristiwa tersebut.


“Kami cuma mau ikut sosialisasi safety riding. Tiba-tiba ada yang masuk dan berteriak. Saya takut,” ujarnya. Ia bahkan mengaku masih menangis setibanya kembali di sekolah.


Meski kegiatan tidak berlangsung hingga selesai, sebagian siswa tetap menyampaikan apresiasi atas materi yang sempat diberikan.


“Saya sebenarnya senang ikut kegiatan ini karena jadi tahu pentingnya keselamatan berkendara. Tapi karena ada kejadian itu, materinya tidak selesai,” kata peserta lainnya.


Peristiwa ini meninggalkan kesan mendalam bagi para pelajar.


Ruang yang semestinya menjadi tempat berbagi ilmu dan meningkatkan kesadaran keselamatan, berubah menjadi pengalaman yang menegangkan bagi generasi muda Loeha Raya.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Aliansi Petani Loeha Raya terkait alasan pembubaran kegiatan tersebut. (nov)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Edukasi Safety Riding di Lutim Dibubarkan Ormas Aliansi Petani Loeha Raya, Ratusan Siswa Alami Ketakutan

Terkini

Topik Populer

Iklan