![]() |
| Perempuan lanjut usia bernama Titik (60+) kini dirawat oleh relawan di Griya Lansia. Ia saat ini menunggu ketiga anaknya datang menjemput. | Foto: Tangkapan layar video |
KOLAKA, IVK – Kasus seorang perempuan lanjut usia (lansia) bernama Titik, yang kini dirawat di sebuah griya lansia, menjadi sorotan publik setelah informasi mengenai kondisinya beredar melalui media sosial.
Dalam video yang diterima Info Viral Kolaka, salah satu anak lansia tersebut disebut-sebut merupakan istri dari seorang anggota DPRD Kabupaten Kolaka.
Lansia berusia sekitar 60 tahun lebih itu diketahui sebelumnya tinggal seorang diri di rumahnya.
Kondisinya yang sudah renta serta diduga mengalami demensia membuatnya tidak mampu lagi menjalani aktivitas sehari-hari tanpa bantuan orang lain.
Video: Dirawat di Griya Lansia, Nenek ini Cari Anaknya yang Disebut Istri Anggota DPRD Kolaka
Relawan yang membantu proses penanganan lansia tersebut mengungkapkan, awalnya pihaknya menerima informasi dari seorang warga bernama Purnomo mengenai keberadaan lansia yang membutuhkan pertolongan.
Setelah dilakukan penanganan, lansia tersebut kemudian dibawa ke griya lansia agar mendapatkan perawatan sementara.
“Beliau datang meminta bantuan karena tidak ada yang merawat di rumah. Sementara kondisinya sudah sepuh dan sering memanggil-manggil anaknya,” ujar relawan tersebut.
Dalam penuturannya, lansia itu diketahui memiliki tiga orang anak bernama Putra, Citra, dan Happy.
Salah satu anaknya, yakni Citra, disebut-sebut memiliki kondisi ekonomi yang cukup baik karena suaminya merupakan anggota DPRD Kabupaten Kolaka dari salah satu partai politik.
Penyebutan status tersebut menjadi perhatian publik karena di tengah kondisi sang ibu yang membutuhkan perawatan, pihak keluarga hingga kini belum terlihat mengambil langkah untuk menjemputnya.
Relawan mengaku sempat berkomunikasi dengan salah satu anak lansia tersebut yang berjanji akan menjemput ibunya setelah Lebaran.
Namun hingga saat ini belum ada kepastian terkait waktu penjemputan.
Sementara dua anak lainnya disebut belum memberikan respons terhadap upaya komunikasi yang telah dilakukan.
Saat proses evakuasi dilakukan, beberapa dokumen penting milik lansia tersebut, termasuk sertifikat rumah, turut diamankan sementara oleh pihak relawan dengan disaksikan oleh ketua RW setempat.
Langkah itu dilakukan untuk menjaga keamanan aset milik lansia tersebut.
“Semua diamankan hanya untuk menjaga keamanan aset beliau, bukan untuk mengambil haknya,” jelas relawan.
Pihak griya lansia sendiri menyampaikan bahwa mereka tidak dapat merawat lansia tersebut secara permanen karena yang bersangkutan masih memiliki keluarga yang seharusnya bertanggung jawab.
Melalui informasi yang disebarkan, relawan berharap keluarga lansia tersebut segera datang menjemput dan merawat ibunya.
“Harapan kami, anak-anak beliau bisa segera datang. Selagi masih ada kesempatan untuk berbakti kepada orang tua,” tuturnya.
Saat ini, lansia tersebut masih berada di griya lansia sambil menunggu kepastian dari pihak keluarga terkait penanganan selanjutnya. (nov)
