Iklan

terkini

PT Vale Resmikan Nursery IGP Pomalaa, Perkuat Komitmen Reklamasi dan Konservasi di Kolaka

3/01/26, 09:03 WIB Last Updated 2026-03-01T02:03:55Z

PT Vale resmikan fasilitas pembibitan (nursery) di kawasan Indonesia Growth Project Pomalaa, Sabtu (28/2/2026). | Foto: Noval

KOLAKA, IVK – PT Vale Indonesia resmi meluncurkan fasilitas pembibitan (nursery) di kawasan Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, Sabtu (28/2/2026).


Peresmian yang digelar di Desa Lalonggalosua, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara ini menjadi penegasan komitmen perusahaan terhadap praktik pertambangan berkelanjutan dan tanggung jawab ekologis.


CEO PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menegaskan bahwa keberadaan nursery bukan sekadar pelengkap aktivitas tambang, melainkan wujud keseriusan perusahaan dalam menjalankan kewajiban reklamasi dan rehabilitasi lahan.


“Tidak banyak perusahaan tambang yang memiliki fasilitas pembibitan sendiri. Bagi kami, ini bukan soal gagah-gagahan, tetapi komitmen nyata menjalankan praktik penambangan yang bertanggung jawab,” ujarnya.


Ia menjelaskan, setiap aktivitas pertambangan di kawasan hutan mengharuskan perusahaan mengantongi Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH).


Salah satu konsekuensinya adalah kewajiban melakukan reklamasi dan rehabilitasi, bahkan hingga di luar area konsesi.


PT Vale, kata dia, memiliki komitmen rehabilitasi lahan seluas lebih dari 12.000 hektare.


“Untuk memenuhi komitmen sebesar itu tentu dibutuhkan upaya luar biasa dan dukungan semua pihak,” tambahnya.


Nursery IGP Pomalaa ini diharapkan tidak hanya mendukung kebutuhan reklamasi perusahaan, tetapi juga memberi manfaat lebih luas bagi pemerintah dan masyarakat.


Ke depan, fasilitas ini dirancang menjadi ruang edukasi keanekaragaman hayati, termasuk kemungkinan pengembangan area pembelajaran bagi pelajar dan upaya pelestarian flora langka.


Bupati Kolaka, Amri, menyampaikan apresiasi atas komitmen PT Vale yang dinilainya sebagai simbol kolaborasi konkret antara pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta.


“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi langkah nyata menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan tanggung jawab ekologis,” katanya.


Menurut Amri, nursery yang berdiri di dalam kawasan rencana Kebun Raya Kolaka tersebut memiliki kapasitas besar, dengan sekitar 172.000 bibit berbagai jenis tanaman.


Dari total luasan kawasan kebun raya sekitar 59 hektare, lima hektare di antaranya dimanfaatkan untuk nursery IGP Pomalaa.


Ia berharap kehadiran fasilitas ini menjadi fondasi menuju pengembangan Kebun Raya Kolaka sebagai pusat konservasi flora endemik Sulawesi Tenggara, sekaligus pusat penelitian, pendidikan lingkungan, wisata edukasi, dan konservasi tumbuhan.


“Bukan hanya fisiknya yang kita bangun, tetapi juga transformasi ilmu dan teknologi. Ini harus menjadi pusat pembelajaran dan kebanggaan daerah,” tegasnya.


Amri juga memastikan pemerintah daerah akan mendukung penuh investasi yang masuk ke Kolaka, termasuk mempercepat proses administrasi dan perizinan sesuai ketentuan.


Namun, ia mengingatkan pentingnya komitmen perusahaan dalam memberdayakan tenaga kerja lokal dan pengusaha daerah.


“Kami membuka ruang investasi seluas-luasnya, dengan harapan tenaga kerja lokal terserap dan ekonomi daerah bergerak. Pada akhirnya, kesejahteraan masyarakat dan peningkatan pendapatan asli daerah menjadi tujuan bersama,” ujarnya.


Peresmian nursery ini menjadi momentum penting dalam perjalanan pembangunan Kolaka, menandai sinergi antara industri pertambangan dan upaya pelestarian lingkungan demi generasi mendatang. (nov)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • PT Vale Resmikan Nursery IGP Pomalaa, Perkuat Komitmen Reklamasi dan Konservasi di Kolaka

Terkini

Topik Populer

Iklan