Iklan

terkini

Resmikan Dapur ke-18, Bupati Kolaka Sebut MBG Mampu Serap 1.800 Tenaga Kerja Lokal

3/05/26, 19:48 WIB Last Updated 2026-03-05T12:49:51Z
Peresmian dan penandatanganan Memorendum of Understanding (MoU) di SPPG Kolaka Lamokato 2 Yayasan Kurnia Indah Sejahtera. | Foto: Istimewa


KOLAKA, IVK – Bupati Kolaka, H. Amri, menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga memberi efek domino terhadap perekonomian lokal.


Hal itu disampaikan Amri saat meresmikan dapur ke-18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Mekongga Indah, Kelurahan Lamokato, Kecamatan Kolaka, Kamis (5/3/2026).


Menurutnya, kehadiran dapur MBG membuka peluang kerja bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan pemuda yang terlibat dalam operasional dapur.


“Setiap satu dapur SPPG mempekerjakan sekitar 50 orang, mulai dari juru masak, staf operasional hingga petugas kebersihan. Mayoritas adalah ibu rumah tangga dan pemuda,” ujar Amri.


Ia menjelaskan, jika seluruh rencana pembangunan dapur MBG di Kolaka terealisasi sebanyak 37 unit, maka program tersebut diperkirakan mampu menyerap sekitar 1.850 tenaga kerja lokal.


“Hari ini sudah ada 18 dapur SPPG yang beroperasi di Kolaka. Artinya, sekitar 900 masyarakat kita sudah terserap sebagai tenaga kerja relawan. Ini tentu sangat luar biasa karena efek domino program ini benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.


Selain membuka lapangan kerja, Amri juga menilai program MBG turut menggerakkan sektor pertanian dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Pasalnya, dapur SPPG membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar setiap harinya.


Karena itu, ia meminta seluruh pengelola dapur MBG memprioritaskan penggunaan bahan pangan dari petani lokal Kolaka.


“Saya minta kalau ada bahan pangan yang dibutuhkan dapur SPPG, gunakan dari petani lokal Kolaka. Jangan ada impor bahan pangan dari luar daerah. Kebutuhan seperti telur, beras, ayam dan lainnya harus dibeli di Kolaka agar manfaat ekonominya dirasakan masyarakat kita,” tegasnya.


Lebih jauh, Amri menekankan bahwa program MBG bukan sekadar menyediakan makanan gratis bagi anak-anak, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi masa depan.


“Substansi program ini adalah membangun generasi penerus yang sehat dan kuat, sekaligus menurunkan angka stunting serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” jelasnya.


Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Kolaka, Nurul Amalia Fikrah, menyebutkan bahwa program MBG di Kolaka saat ini telah menjangkau 43.347 penerima manfaat.


Penerima manfaat tersebut berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas. Selain itu, program MBG juga menyasar kelompok ibu hamil dan ibu menyusui.


Nurul menambahkan, dengan beroperasinya dapur SPPG Lamokato yang dikelola oleh Yayasan Kurnia Indah Sejahtera, kini terdapat 18 dapur SPPG aktif yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Kolaka.


Adapun kecamatan yang telah memiliki dapur MBG antara lain Iwoimendaa, Wolo, Samaturu, Latambaga, Kolaka, Wundulako, Baula, Pomalaa, Tanggetada, dan Watubangga.


Sementara untuk Kecamatan Toari dan Polinggona masih dalam tahap persiapan pembangunan dapur SPPG.


Peresmian dapur SPPG Lamokato turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Bappeda Kolaka Arifin Jamal, Kepala BKPSDM Ramli Sima.


Hadir juga Kadis Kesehatan Sri Raoda Buna, Kadis Pengendalian Penduduk dan KB Muhammad Aris, Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Anas Yusuf, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Jusrin Jafar, serta Camat Kolaka Ritzky Mario. (nov)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Resmikan Dapur ke-18, Bupati Kolaka Sebut MBG Mampu Serap 1.800 Tenaga Kerja Lokal

Terkini

Topik Populer

Iklan