Iklan

terkini

Sejalan Asta Cita Presiden, PT Vale Dorong Ketahanan Pangan Lewat Demplot Padi di Kolaka

3/09/26, 20:24 WIB Last Updated 2026-03-09T13:24:57Z
Panen bersama demplot padi berkelanjutan di Desa Puubunga, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Senin (9/3/2026). | Foto: Noval


KOLAKA, IVK – PT Vale Indonesia Tbk menggelar panen bersama demplot padi berkelanjutan di Desa Puubunga, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Minggu (8/3/2026).


Kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan ketahanan pangan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.


Program tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap agenda pembangunan nasional, termasuk visi kemandirian pangan yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto melalui program Asta Cita.


Panen bersama ini merupakan kelanjutan dari program penanaman perdana yang dilakukan pada November 2025 di tiga desa binaan perusahaan.


Ketiga desa tersebut yakni Desa Puubunga dan Desa Pubenua di Kecamatan Baula serta Desa Lemedai di Kecamatan Tanggetada.


Kegiatan panen turut dihadiri Sekretaris Daerah Kolaka Akbar, unsur Forkopimda, serta Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan, Widiastuti.


CEO PT Vale Indonesia Tbk Bernardus Irmanto mengatakan program demplot padi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun keberlanjutan di wilayah sekitar operasional.


Menurutnya, perusahaan tidak hanya berfokus pada kegiatan pertambangan, tetapi juga berupaya memperkuat ketahanan ekonomi dan pangan masyarakat.


“Bagi PT Vale, keberlanjutan bukan hanya tentang bagaimana kami menambang secara bertanggung jawab, tetapi juga bagaimana kami tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasi kami,” ujar Bernardus.


Ia menjelaskan program demplot padi berkelanjutan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menghadirkan inovasi pertanian yang lebih adaptif dan ramah lingkungan.


Program tersebut juga menjadi contoh kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, lembaga riset, dan kelompok tani dalam menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan daerah.


Dalam program ini, metode budidaya padi berkelanjutan dikembangkan dengan memanfaatkan riset serta teknologi pertanian yang presisi dan adaptif terhadap kondisi agroklimat lokal.


Pelaksanaannya merupakan hasil kerja sama antara PT Vale Indonesia Tbk, Pemerintah Kabupaten Kolaka, kelompok tani, serta lembaga riset pertanian.


Total lahan demplot yang dikembangkan mencapai 36 are.


Lahan tersebut terdiri dari 10 are untuk budidaya organik dan 26 are untuk budidaya konvensional.


Pendekatan ini dilakukan untuk membandingkan efektivitas kedua metode budidaya tersebut.


Sejumlah varietas padi unggul juga diuji dalam program ini.


Varietas tersebut antara lain PR25, PR107, Bujang Marantau, Trisakti, Menthik Wangi, dan Menthik Susu.


Selain itu, program ini juga menerapkan teknologi Perennial Rice dan sistem Salibu yang memungkinkan panen berulang tanpa harus melakukan penanaman ulang.


Melalui metode ini, petani bahkan berpotensi melakukan panen hingga delapan kali hanya dari satu kali tanam.


Teknologi tersebut juga dapat menekan biaya produksi seperti benih, persemaian, dan pengolahan lahan hingga sekitar 50 persen.


Head External Relations Growth PT Vale Indonesia Tbk Endra Kusuma mengatakan pertanian berkelanjutan menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.


“Melalui program ini kami tidak hanya mendorong peningkatan produktivitas, tetapi juga mentransfer pengetahuan dan teknologi pertanian yang lebih efisien serta ramah lingkungan kepada para petani,” ujarnya.


Endra menambahkan model demplot tersebut diharapkan dapat menjadi laboratorium pembelajaran yang bisa direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Kolaka.


Sementara itu, Sekretaris Daerah Kolaka Akbar mengapresiasi kontribusi perusahaan dalam mendukung program ketahanan pangan di daerah.


Menurutnya, dukungan dunia usaha sangat penting untuk mewujudkan target swasembada pangan nasional.


“Sinergi antara pemerintah dan perusahaan sangat dibutuhkan dalam memperkuat ketahanan pangan. PT Vale menjadi salah satu perusahaan yang telah menunjukkan komitmennya melalui program ini,” katanya.


Hasil panen perdana dari program demplot tersebut menunjukkan perkembangan yang cukup positif.


Pada lahan organik seluas 10 are, khususnya varietas Trisakti, hasil panen mencapai sekitar 6,9 ton.


Capaian tersebut menunjukkan bahwa metode organik dengan pendekatan presisi mampu menghasilkan produktivitas yang kompetitif sekaligus menjaga kesehatan tanah.


Sementara pada lahan konvensional seluas 26 are, total panen mencapai sekitar 15 ton dari enam varietas padi yang diuji.


Hasil tersebut menunjukkan bahwa kombinasi teknologi budidaya modern dengan varietas unggul mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan.


Selain meningkatkan hasil panen, program ini juga memperkuat kapasitas petani melalui pendampingan intensif.


Pendampingan tersebut meliputi pengelolaan lahan, penggunaan pupuk organik, hingga pengendalian hama secara terpadu.


Salah satu petani yang juga pengurus Asosiasi Petani Organik Kolaka, Salmi, mengaku metode pertanian organik membantu menekan biaya produksi.


“Dengan sistem organik ini biaya produksi bisa lebih efisien karena pupuk dapat dibuat dari bahan yang ada di sekitar. Harga jualnya juga lebih baik sehingga keuntungan yang kami peroleh meningkat,” ujarnya.


Program pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian yang dijalankan PT Vale Indonesia Tbk sendiri telah berlangsung sejak 2021.


Program tersebut termasuk pengembangan metode SRI organik di wilayah Pomalaa.


Hingga Oktober 2025, program ini telah melibatkan sekitar 55 petani, termasuk sembilan petani perempuan.


Melalui program tersebut, perusahaan berharap dapat terus mendorong penguatan ekonomi lokal sekaligus mendukung ketahanan pangan berkelanjutan di Kabupaten Kolaka. (nov)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Sejalan Asta Cita Presiden, PT Vale Dorong Ketahanan Pangan Lewat Demplot Padi di Kolaka

Terkini

Topik Populer

Iklan