Iklan

terkini

Januari–Juni 2026, Puskesmas Baula Catat 9 Kasus DBD dan Satu Korban Meninggal

7/19/26, 20:03 WIB Last Updated 2026-07-19T13:03:34Z
Kepala Puskesmas Baula, Sukmawati berikan penyuluhan kepada warga di Kelurahan Puundoho, Kecamatan Baula, Kolaka pada Sabtu (18/7/2026) terkait pencegahan penyakit DBD dalam kehidupan sehari-hari. | Foto: Noval

KOLAKA, IVK – Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi perhatian serius di Kecamatan Baula.


Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Puskesmas Baula mencatat sedikitnya sembilan kasus DBD.


Sembilan kasus DBD itu tersebar di beberapa desa dan kelurahan.


Di antaranya, tiga kasus di Desa Puubunga, kemudian masing-masing satu kasus di Desa Kolese, Pewutaa, Longori, dan Kelurahan Puundoho.


Satu orang di antaranya meninggal dunia.


Data tersebut diungkapkan Kepala Puskesmas Baula, Sukmawati, saat menghadiri kegiatan Promosi Kesehatan PHBS yang digelar PT Vale Indonesia IGP Pomalaa di Kantor Kelurahan Puundoho, Sabtu (18/7/2026).


Menurut Sukmawati, angka tersebut bahkan berpotensi bertambah karena masih ada satu kasus baru pada Juli yang belum masuk dalam laporan resmi.


"Sampai Juni ada sembilan kasus dengan satu kematian. Bulan Juli ada satu kasus lagi, tetapi belum masuk laporan karena rekapitulasi dilakukan pada akhir bulan," ujarnya.


Ia menjelaskan sebagian pasien yang mengalami kondisi berat harus dirujuk ke Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka.


Sementara pasien lainnya berhasil sembuh setelah mendapatkan penanganan medis.


Selain melakukan pengobatan, petugas kesehatan juga langsung melakukan fogging di sekitar rumah penderita.


Langkah itu dilakukan untuk membunuh nyamuk dewasa agar penyebaran penyakit tidak semakin meluas.


Namun Sukmawati mengingatkan bahwa fogging bukan solusi utama dalam memutus rantai penyebaran DBD.


"Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Jentiknya tidak mati. Karena itu masyarakat tetap harus menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas tempat berkembang biaknya nyamuk," jelasnya.


Ia mengatakan kasus terbaru di Kelurahan Puundoho juga langsung ditindaklanjuti dengan penyemprotan di rumah penderita beserta lingkungan sekitar.


Menurutnya, penanganan cepat menjadi langkah penting mengingat penyebaran DBD berlangsung sangat cepat.


Karena itu kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha sangat dibutuhkan.


Sukmawati mengapresiasi dukungan PT Vale yang rutin menghadirkan edukasi kesehatan kepada masyarakat.


Menurutnya, penyuluhan seperti itu terbukti meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu.


"Dengan adanya kolaborasi bersama PT Vale, antusiasme masyarakat mengikuti Posyandu meningkat hingga sekitar 75 persen. Mereka datang bukan hanya memeriksakan kesehatan, tetapi juga mendapatkan edukasi mengenai pencegahan penyakit," katanya.


Ia berharap kerja sama tersebut terus berlanjut sehingga angka kasus DBD di Kecamatan Baula dapat terus ditekan.


Sebab, menurutnya, mencegah penyakit jauh lebih mudah daripada mengobatinya. (nov)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Januari–Juni 2026, Puskesmas Baula Catat 9 Kasus DBD dan Satu Korban Meninggal

Terkini

Topik Populer

Iklan