![]() |
| Kinerja solid seluruh tim PT Vale Indonesia Tbk buahkan hasil dengan mencatat laba hingga 43,6 juta dollar AS pada triwulan pertama tahun 2026. | Foto: Istimewa |
JAKARTA, IVK — PT Vale Indonesia Tbk mencatat kinerja keuangan yang solid pada triwulan pertama 2026, meski produksi nikel mengalami penurunan dibanding periode sebelumnya.
Perusahaan melaporkan produksi nikel matte sebesar 13.620 metrik ton, turun dari lebih dari 17 ribu ton pada triwulan sebelumnya.
Penurunan ini disebut sebagai bagian dari strategi perusahaan, termasuk kegiatan pemeliharaan terencana seperti pembangunan kembali Furnace 3.
Meski begitu, dari sisi keuangan, PT Vale justru menunjukkan performa positif. Pendapatan tercatat mencapai sekitar 252,7 juta dolar AS, ditopang oleh kenaikan harga nikel global dan efisiensi operasional.
Kinerja laba juga melonjak signifikan. Laba bersih perusahaan mencapai 43,6 juta dolar AS atau naik sekitar 85 persen dibanding triwulan sebelumnya. Sementara itu, EBITDA ikut meningkat menjadi 80,1 juta dolar AS.
Direktur Utama PT Vale, Bernardus Irmanto, menyebut capaian ini menunjukkan ketahanan perusahaan di tengah dinamika industri yang masih penuh tantangan.
“Di tengah lingkungan operasional yang tidak pasti, kami tetap mampu menjaga margin positif dan disiplin keuangan,” ujarnya.
Di sisi lain, 2026 menjadi tahun penting bagi PT Vale. Untuk pertama kalinya, perusahaan mengoperasikan tiga blok tambang sekaligus, yakni Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa.
Langkah ini juga ditandai dengan penjualan perdana bijih nikel limonit dari Pomalaa, yang menjadi bagian dari strategi diversifikasi bisnis perusahaan ke depan.
Tak hanya itu, PT Vale juga mencatat tonggak baru di sektor pembiayaan berkelanjutan. Perusahaan berhasil memperoleh fasilitas pinjaman berbasis ESG senilai 750 juta dolar AS, yang menjadi yang pertama di industri pertambangan Asia Tenggara.
Dari sisi operasional, perusahaan juga terus menjaga efisiensi biaya. Biaya tunai produksi tetap kompetitif, sementara konsumsi bahan bakar berhasil ditekan seiring optimalisasi operasional.
Ke depan, PT Vale optimistis kinerja akan semakin menguat, didukung tren kenaikan harga nikel global, peningkatan produksi, serta pengembangan proyek strategis di berbagai wilayah operasional. (nov)
