![]() |
| UMKM Kolaka promosikan produknya pada acara Musrembang tingkat provinsi yang diselenggarakan di Kabupaten Kolaka, Senin (4/5/2026). | Foto: Hasrul |
KOLAKA, IVK – Pengadaan sarana galeri promosi dan pemasaran hasil usaha memang menjadi kebutuhan mendesak bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kolaka.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kolaka, Agussalim Pamus, menjawab keinginan para pelaku UMKM di Kolaka.
Dia juga menegaskan pentingnya fasilitas tersebut untuk mendorong perkembangan sektor usaha rakyat.
"Perkembangan pembinaan dan bantuan untuk UMKM di daerah saat ini terus berjalan dengan baik. Saat ini terdapat lebih dari 17.000 UMKM di Kolaka. UMKM ini telah mendapat berbagai dukungan, mulai dari pengembangan manajemen, pelatihan keterampilan, hingga perlindungan hak kekayaan intelektual,"kata Agus kepada Info Viral Kolaka, Senin (4/5/2026).
Selain itu, pemerintah juga telah memberikan fasilitas berupa pelatihan, pendampingan legalitas usaha, dan bantuan sertifikasi halal untuk meningkatkan kualitas produk dan daya saing pelaku usaha.
"Kami menekankan bahwa pembinaan UMKM dan koperasi memiliki peran strategis dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan pendapatan daerah," ujarnya.
Salah satu pelaku UMKM yang merasakan langsung keterbatasan pemasaran adalah Haji Harmalah.
Pengusaha produk olahan ikan tuna yang beralamat di Kecamatan Pomalaa ini menjelaskan bahwa pentingnya penyediaan sarana promosi dan pemasaran produk UMKM secara terpusat, agar lebih memudahkan dalam promosi maupun penjualan.
"Kami berharap adanya dukungan pemerintah maupun dunia usaha di Kolaka dapat memberikan perhatian bagi kami pelaku UMKM yang sedang bertumbuh.
"Kalau dari pemerintah, kami sudah pernah mendapatkan dukungan. Tapi kami sangat berharap adanya pusat galeri khusus untuk mempromosikan dan menjual hasil usaha kami. Pemasaran kami masih sangat terbatas, jadi kami membutuhkan sarana tersebut agar produk kami lebih dikenal dan terjual lebih luas," katanya.
Haji Harmalah juga berharap pemerintah melalui instansi terkait dapat memfasilitasi produk-produk UMKM lokal untuk masuk ke program Makan Bergizi Gratis (MBG) sehingga dapat meningkatkan omzet penjualan.
"Kami berharap produk seperti abon ikan tuna kami ini bisa juga masuk sebagai salah satu bahan baku pada program MBG, agar usaha kami dapat terus bertahan," terangnya.
Saat ini, pemasaran produknya dilakukan melalui beberapa saluran, yaitu dijual ke toko-toko terdekat, swalayan, melalui media sosial, dan penjualan langsung dari rumah.
Ke depan, pelaku usaha ini berharap dukungan dan fasilitas yang memadai dapat terus diberikan agar usaha yang dijalankannya dapat berkembang lebih baik lagi dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian keluarga dan daerah.
"Alhamdulillah, meski ditengah keterbatasan setiap bulan kami dapat menghasilkan produk antara 20 hingga 50 kilogram. Keuntungan bersih yang kami peroleh per bulan mencapai sekitar 20 juta rupiah," tuturnya. (rul)
