BOMBANA, IVK – Di tengah hamparan laut Bombana yang luas, harapan untuk menemukan seorang nelayan bernama Tuang alias Igo masih terus dijaga.
Memasuki hari kelima operasi pencarian, Tim SAR gabungan kembali bergerak menyisir perairan Boepinang, Desa Larete, Kecamatan Poleang Tenggara, Kabupaten Bombana, Rabu (10/6/2026).
Igo, nelayan berusia 37 tahun asal Kabupaten Konawe Kepulauan, dilaporkan hilang setelah terjatuh ke laut saat sedang mencari ikan bersama awak kapal pa’gae pada Jumat (5/6/2026).
Peristiwa itu bermula ketika kapal yang dipimpin juragan H. Daeng Gassing bersama 11 orang awak berangkat melaut sekitar pukul 15.00 Wita.
Sekitar pukul 17.45 Wita, kapal mulai menebar jaring ikan, hingga kemudian pada pukul 18.45 Wita korban meminta izin untuk buang air besar di laut dengan menggunakan pelampung sederhana berupa gabus.
Saat itu, 10 orang awak lainnya tetap berada di kapal untuk menarik jaring ikan.
Namun, sekitar pukul 19.30 Wita setelah seluruh jaring berhasil dinaikkan, korban tidak lagi terlihat.
Juragan kapal kemudian menyalakan mesin dan melakukan pencarian di sekitar lokasi, namun keberadaan Igo belum ditemukan hingga laporan diterima.
Dalam upaya menemukan korban, Tim SAR gabungan membagi pencarian menjadi dua tim.
Tim pertama menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) menyisir area laut seluas 35 nautical mile (NM) persegi.
Sementara tim kedua menggunakan kapal pa’gae dan longboat melakukan penyisiran hingga 87,8 NM persegi, mulai dari pesisir Pelabuhan Puulemo menuju titik lokasi kejadian hingga perairan Fishing Kabaena.
Selain penyisiran laut, petugas juga melakukan pemapelan kepada kapal-kapal yang melintas untuk membantu memberikan informasi jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Kondisi cuaca yang cerah dengan kecepatan angin 8–16 kilometer per jam dari arah timur menjadi faktor pendukung dalam proses pencarian.
Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Pos SAR Kolaka, Polsek Poleang Timur, Polair Bombana, Babinsa Puulemo dan Larete, Pos AL Bombana, SROP Kolaka dan Selayar, kru kapal pa’gae, kru longboat, hingga masyarakat sekitar.
Peralatan yang digunakan meliputi RIB, kapal pa’gae, longboat, perlengkapan medis, perlengkapan evakuasi, alat komunikasi, serta perlengkapan pendukung keselamatan lainnya.
Bagi keluarga dan orang-orang terdekat, setiap kabar dari laut menjadi harapan baru agar Igo bisa kembali ditemukan.
Sementara bagi Tim SAR, pencarian bukan hanya tentang operasi penyelamatan, tetapi juga tentang membawa pulang seseorang yang masih dinantikan oleh keluarganya.
Perkembangan operasi pencarian akan terus diperbarui oleh pihak Kantor Pencarian dan Pertolongan Kendari. (nov)
