![]() |
| Warga bersama tim Basarnas melakukan pencarian terhadap Kakek La Mai yang hilang di kawasan hutan sekitar Kampus USN Kecamatan Mawasangka, Kamis (27/8/2026). | Foto: Istimewa |
BUTON TENGAH, IVK - Pada Kamis, 27 Agustus 2026 pukul 13.40 Wita, Pusat Komunikasi Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP/Basarnas) Kendari menerima laporan resmi.
Laporan disampaikan Nuresa, selaku ponakan korban, yang melaporkan adanya kondisi membahayakan manusia karena seorang warga diduga hilang di kawasan hutan sekitar Kampus Universitas Sembilanbelas November (USN), Kecamatan Mawasangka.
Korban bernama La Mai, laki‑laki berusia 62 tahun dan berdomisili di Desa Wasilomata, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah.
Kejadian bermula Selasa, 25 Agustus 2026 saat korban keluar rumah berniat menjemput istrinya yang sedang menghadiri acara pingitan.
Terakhir kali warga melihat La Mai berada di wilayah Padabalano, tak jauh dari hamparan hutan di dekat lingkungan kampus USN.
Keluarga menjelaskan bahwa kondisi kesehatan korban kerap mengalami penurunan daya ingat atau pikun.
Sebelum melapor ke Basarnas, keluarga, Babinsa, aparat desa serta warga sekitar sudah melakukan pencarian sendiri secara berkelompok.
Namun hingga laporan diterima, upaya pencarian mandiri tersebut belum membuahkan hasil—keberadaan La Mai belum diketahui.
Merespons laporan itu, tepat pukul 14.00 Wita, Tim Unit Siaga SAR Muna segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian.
Jarak tempuh dari markas tim ke titik terakhir korban terlihat sekitar 102 kilometer.
Saat itu cuaca berawan dengan kecepatan angin 12 km/jam yang berhembus dari arah barat daya—sesuai data rujukan BMKG.
Kedatangan Tim & Hasil Penyelidikan Lapangan
Tim penyelamat akhirnya tiba di Lokasi Kejadian Terakhir Diketahui (LKP) tepat pukul 16.30 Wita.
Mereka langsung berkoordinasi dan bergabung menyatu dengan tim gabungan yang sudah ada di lokasi.
Penyisiran menyeluruh dilakukan hingga pukul 17.00 Wita sore hari.
Meski sudah telusuri jalur‑jalur yang memungkinkan, operasi pencarian sementara ini belum menemukan jejak maupun keberadaan korban—hasilnya masih nihil.
Menyusul turunnya gelap dan demi keselamatan tim sendiri, operasi pencarian pun diputuskan untuk dihentikan sementara waktu.
“Pencarian akan kami lanjutkan kembali besok pagi tepat pukul 07.00 Wita,” ujar Pelaksana Harian Kepala KPP Kendari, Iwan Gunawan, dalam keterangan resminya.
Ia juga menyampaikan bahwa saat ini berbagai unsur terkait terus bersinergi memperkuat jangkauan pencarian.
Unsur yang kini terlibat aktif meliputi SMC beserta staf KPP Kendari, Unit Siaga SAR Muna, jajaran Polsek Mawasangka, aparat desa, Babinsa, warga sekitar, hingga keluarga korban sendiri.
Berbagai peralatan penunjang juga sudah dibawa ke lokasi: mobil penyelamat, sepeda motor trail, peralatan medis SAR, perlengkapan evakuasi, alat komunikasi serta beragam peralatan keselamatan pendukung lainnya.
Iwan Gunawan memohon dukungan doa dari seluruh masyarakat agar proses pencarian berjalan lancar dan korban segera ditemukan dalam keadaan selamat.
“Demikian perkembangan ini kami sampaikan, informasi selanjutnya akan segera menyusul seiring hasil yang didapat di lapangan,” tutupnya. (nov)
