Iklan

terkini

SPBU di Kolaka Buka Suara Soal Antrean Panjang BBM, Pasokan Normal tetapi Permintaan Melonjak

8/04/26, 19:20 WIB Last Updated 2026-08-04T12:20:43Z

Antrean panjang kendaraan roda dua dan empat di SPBU 74.935.08 atau SPBU Sabilambo, Selasa (4/8/2026). | Foto: Noval


KOLAKA, IVK – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Kolaka dalam beberapa hari terakhir dipastikan bukan disebabkan berkurangnya pasokan maupun kuota BBM subsidi jenis Pertalite.


Hal itu terungkap dari hasil wawancara Info Viral Kolaka dengan Pengawas SPBU Sabilambo, Muh. Fadhillah, dan Pengawas SPBU 74.935.04 atau SPBU Kilometer 2, Arifuddin, pada Selasa (4/8/2026).


Muh. Fadhillah mengatakan antrean panjang saat ini hanya terjadi pada BBM jenis Pertalite yang dijual seharga Rp10.000 per liter.


Menurutnya, lonjakan antrean mulai terjadi setelah harga Pertamax mengalami kenaikan dari kisaran Rp12.000 per liter menjadi Rp16.300 per liter.


Kenaikan harga tersebut membuat banyak pengguna Pertamax memilih beralih ke Pertalite karena selisih harga yang dinilai cukup jauh.


Perpindahan konsumen itu bahkan ditandai dengan meningkatnya jumlah masyarakat yang mendaftarkan barcode baru untuk membeli Pertalite.


Meski permintaan meningkat, Fadhillah memastikan distribusi Pertalite dari Depot Pertamina Kolaka ke SPBU Sabilambo tetap berjalan normal.


Ia mengatakan hingga saat ini belum ada pengurangan kuota Pertalite yang diterima SPBU Sabilambo.


Setiap hari, SPBU Sabilambo masih memperoleh pasokan Pertalite sekitar 8.000 hingga 16.000 liter, sehingga antrean bukan dipicu berkurangnya distribusi BBM.


Antrean panjang kendaraan roda empat dan dua di SPBU 74.935.04 atau SPBU Kilometer 2 Kolaka, Selasa (4/8/2026). | Foto: Noval


Sementara itu, Pengawas SPBU Kilometer 2, Arifuddin, mengungkapkan antrean panjang di SPBU yang dipimpinnya baru mulai terlihat sejak Senin (3/8/2026).


Menurutnya, selain meningkatnya jumlah pengguna Pertalite, kepanikan masyarakat yang khawatir akan terjadi perubahan harga BBM juga ikut memicu lonjakan antrean.


"Ini mungkin karena kepanikan masyarakat yang berpikir akan ada perubahan harga, sehingga banyak yang memilih mengisi Pertalite," ujar Arifuddin.


Ia mengatakan kuota Pertalite di SPBU Kilometer 2 justru telah ditambah menjadi sekitar 16.000 liter per hari, namun peningkatan pasokan tersebut belum mampu mengurangi panjangnya antrean kendaraan.


"Jatah kami sudah ditambah per hari, tetapi antreannya masih tetap seperti ini," katanya.


Arifuddin menjelaskan kepadatan antrean pada hari pertama juga dipengaruhi keterlambatan kedatangan mobil tangki dari Depot Pertamina Kolaka sehingga kendaraan sempat menumpuk sebelum pasokan tiba.


"Kemarin memang pasokan dari depot agak terlambat, jadi kendaraan sudah padat dulu baru minyak masuk. Tetapi secara umum suplai dari Pertamina tetap lancar," jelasnya.


Ia menilai perpindahan pengguna Pertamax ke Pertalite dapat dilihat dari banyaknya masyarakat yang mengajukan barcode baru untuk membeli BBM subsidi tersebut.


"Bisa dibuktikan dari banyaknya masyarakat yang membuat barcode baru. Kemungkinan mereka sebelumnya pengguna Pertamax, tetapi karena sudah tidak sanggup membeli dengan harga sekarang, akhirnya beralih ke Pertalite," ujarnya.


Untuk mencegah penyalahgunaan BBM subsidi, SPBU Kilometer 2 juga menerapkan pembatasan pembelian bagi kendaraan roda dua standar yang diduga melakukan pelangsiran.


"Motor Thunder dibatasi lima liter per hari dan tidak boleh mengisi berulang. Sekarang pelansir sudah sangat jarang karena aturan itu kami terapkan dengan ketat," tegas Arifuddin.


Ia mengaku telah menginstruksikan seluruh operator agar tidak melayani kendaraan yang mencoba membeli Pertalite lebih dari satu kali dalam sehari.


Arifuddin juga menjelaskan pelayanan sempat dilakukan melalui satu jalur pengisian karena salah seorang operator sedang sakit, sedangkan untuk kendaraan roda empat tetap dilayani melalui dua jalur agar antrean lebih cepat terurai.


Menurutnya, distribusi BBM ke SPBU Kilometer 2 berlangsung rutin setiap Senin hingga Sabtu, sedangkan pengiriman pada hari Minggu dilakukan secara kondisional sesuai pengaturan Pertamina.


Berdasarkan keterangan kedua pengawas SPBU tersebut, antrean panjang di sejumlah SPBU di Kabupaten Kolaka lebih dipengaruhi lonjakan permintaan Pertalite akibat migrasi pengguna Pertamax, meningkatnya pembuatan barcode baru, serta kepanikan masyarakat, sementara pasokan maupun kuota BBM hingga kini masih tetap berjalan normal. (nov)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • SPBU di Kolaka Buka Suara Soal Antrean Panjang BBM, Pasokan Normal tetapi Permintaan Melonjak

Terkini

Topik Populer

Iklan