![]() |
| 105 warga binaan Rutan Kelas II B Kolaka mengikuti program kuliah gratis yang diselenggarakan USIMAR, di Ruang Aula Rutan, Rabu (7/10/2026). | Foto: Rutan Kelas II B Kolaka |
KOLAKA, IVK — Menjalani masa pidana tidak menjadi penghalang bagi warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kolaka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Sebanyak 105 warga binaan Rutan Kelas IIB Kolaka kini mendapat kesempatan menjadi mahasiswa melalui program kuliah gratis yang diselenggarakan Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warahmah Kolaka (USIMAR).
Program tersebut merupakan bagian dari beasiswa pengabdian masyarakat USIMAR yang diberikan kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas IIB Kolaka.
Kerja sama tersebut ditandai dengan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) sekaligus penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang digelar di Rutan Kelas IIB Kolaka, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 Wita tersebut mengusung tema “Transformasi Diri, Keterampilan, dan Kemandirian: Menyiapkan Generasi Berdaya Saing di Era Global.”
Melalui program ini, para warga binaan tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pendidikan tinggi, tetapi juga diarahkan untuk membangun keterampilan dan kemandirian sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Ada empat program studi yang dapat diikuti warga binaan dalam program tersebut, yakni Agribisnis, Bahasa Inggris, Peternakan, dan Perbankan Syariah.
Perkuliahan dilaksanakan di dalam Rutan Kelas IIB Kolaka dengan sistem pembelajaran tatap muka secara langsung bersama dosen.
Kepala Rutan Kelas IIB Kolaka, Bambang Punto Herdiyanto, A.Md. IP, mengatakan kesempatan tersebut merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi warga binaan.
“Kerja sama ini pertama kali diadakan di Sultra dan baru Rutan Kolaka yang mengadakan,” ujar Bambang.
Ia berharap 105 warga binaan yang memperoleh kesempatan tersebut dapat mengikuti proses pendidikan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin.
“Saya berharap peluang emas ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga binaan kami,” katanya.
Bambang menilai pendidikan memiliki peran penting dalam proses pembinaan karena dapat membantu warga binaan meningkatkan pengetahuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah bebas.
Kerja sama tersebut juga melibatkan sejumlah pihak yang hadir dalam kegiatan PKKMB dan penandatanganan MoU.
Di antaranya Dr. Saefuddin Muslim, MM, selaku Manajer Eksternal PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP), H. Syaifuddin Mustaming, S.Ag., M.H, selaku Kepala Bagian Kesejahteraan Pemda Kolaka, serta Prof. Dr. M. Askari Zakariah, S.Pt., MSc, selaku Rektor Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warahmah Kolaka.
Bagi Rutan Kolaka, program tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembinaan yang tidak berhenti pada aspek pemasyarakatan, tetapi juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk memperoleh pendidikan dan mengembangkan potensi diri.
Sementara bagi 105 warga binaan yang kini berstatus mahasiswa, kesempatan tersebut menjadi jalan untuk memperoleh pengalaman baru sekaligus mempersiapkan bekal sebelum kembali ke masyarakat.
Dari balik tembok Rutan Kolaka, mereka kini tidak hanya menjalani proses pembinaan, tetapi juga mulai menata masa depan melalui pendidikan. (IVK)
