KOLAKA, IVK – Pemenuhan gizi seimbang pada anak usia sekolah dasar menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang yang optimal.
Hal ini disampaikan Ahli Gizi SPPG Lamokato 2, Reny Wulandari, yang menekankan pentingnya asupan nutrisi harian bagi anak usia 6–10 tahun.
Menurutnya, anak pada rentang usia tersebut membutuhkan asupan energi sekitar 1.400 kalori per hari untuk menunjang aktivitas dan proses pertumbuhan.
“Angka kecukupan gizi anak usia 6 sampai 10 tahun itu sekitar 1.400 kalori per hari yang harus dipenuhi dari makanan seimbang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemenuhan gizi tersebut sebaiknya terdiri dari lima kelompok makanan utama, yakni karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran, dan buah-buahan.
Karbohidrat berperan sebagai sumber energi utama, seperti nasi, kentang, jagung, sagu, dan roti, dengan porsi sekitar 55–65 persen dari total asupan.
Sementara itu, protein hewani seperti daging ayam, daging sapi, ikan, dan telur dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan, dengan porsi 20–30 persen.
Selain itu, protein nabati seperti tempe, tahu, dan kacang-kacangan juga penting sebagai sumber nutrisi tambahan dan antioksidan, dengan porsi sekitar 10–15 persen.
“Sayuran dan buah-buahan juga tidak kalah penting karena mengandung serat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Ini membantu menjaga daya tahan tubuh anak,” jelasnya.
Ia mencontohkan jenis sayuran seperti bayam, wortel, buncis, dan kacang panjang, serta buah-buahan seperti apel, semangka, dan pepaya yang baik dikonsumsi secara rutin.
Reny juga mengingatkan bahwa kekurangan gizi dalam jangka panjang dapat berdampak serius terhadap anak.
Mulai dari menurunnya daya tahan tubuh, keterlambatan tumbuh kembang, hingga terganggunya perkembangan fisik dan fungsi otak.
“Jika kebutuhan gizinya tidak terpenuhi, anak bisa mengalami gangguan pertumbuhan, bahkan perkembangan otaknya juga bisa terhambat,” tegasnya.
Karena itu, ia mengimbau orang tua untuk lebih memperhatikan pola makan anak dengan memastikan asupan gizi seimbang setiap hari demi mendukung masa depan yang lebih sehat. (nov)
