![]() |
| Bocah yang terseret arus air drainase di Kelurahan Dawi-dawi, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Selasa (12/5/2026) sore ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. | Foto: Istimewa |
KOLAKA, IVK – Kabar duka menyelimuti Kelurahan Dawi-Dawi, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Seorang bocah laki-laki bernasib tragis dan meninggal dunia setelah terseret arus air yang sangat deras di saluran drainase, Selasa sore (12/5/2026), tak lama setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut.
Musibah memilukan ini terjadi sekitar pukul 16.00 WITA. Hujan deras yang turun dalam durasi cukup lama menyebabkan debit air meningkat drastis dan meluap, hingga saluran air di sekitar SMA Muhammadiyah Pomalaa penuh berisi air yang mengalir deras dan berbahaya.
Berdasarkan keterangan teman yang sempat bersama korban, keduanya berada di pinggir saluran saat itu. Tanpa diduga, korban tiba-tiba tergelincir dan jatuh ke dalam aliran air.
Dalam sekejap, tubuh kecil korban langsung terseret arus yang kuat dan lenyap dari pandangan, menghilang di balik derasnya aliran air.
Karena panik melihat temannya hilang, anak tersebut segera berteriak meminta tolong dan melapor kepada warga yang berada di sekitar lokasi.
Mendengar kabar mengerikan itu, puluhan warga bergegas datang dan langsung melakukan pencarian.
Mereka menyusuri sepanjang aliran saluran air, berjuang menembus derasnya air demi menemukan korban.
Setelah berjuang keras menutup aliran air untuk memperlambat laju arus dan memudahkan pencarian, warga akhirnya menemukan jasad bocah malang itu.
Tubuhnya ditemukan tersangkut di bawah gorong-gorong, dalam keadaan sudah tidak bernyawa.
Suasana seketika berubah haru dan penuh tangis saat warga menyadari nyawa bocah itu tak tertolong lagi.
Korban pun segera dievakuasi dan dibawa menuju Puskesmas terdekat, namun nyawanya sudah tak dapat diselamatkan.
Kabar tragedi yang menyayat hati ini dengan cepat menyebar dan menjadi pembicaraan publik, bahkan viral di media sosial salah satunya di akun Facebook Kembar Gas, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar.
Kejadian ini menjadi pengingat pahit akan bahaya aliran air yang meluap pasca hujan deras, serta pentingnya pengawasan ketat terhadap anak-anak agar terhindar dari musibah serupa. (rul)
