JOHOR BAHRU, IVK – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra asal Kabupaten Kolaka di kancah internasional.
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas), Khairil Mikdar, berhasil mengharumkan nama Indonesia usai meraih Medali Perunggu pada ajang The 12th International Biotechnology Competition and Exhibition (IBCEx) 2026 di Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Johor Bahru, Malaysia.
Khairil memimpin tim riset FK Unhas dalam kategori Innovative Project Competition.
Kompetisi internasional tersebut diikuti 16 tim dengan total 58 peserta dari berbagai negara yang membawa beragam inovasi di bidang bioteknologi.
Dalam ajang itu, tim FK Unhas memperkenalkan inovasi bertajuk NALIXIR.
Penelitian tersebut menghadirkan konsep terapi kanker payudara presisi dengan memanfaatkan limbah kelapa sawit dan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Limbah tandan kosong kelapa sawit diolah menjadi nanolignin.
Sementara Palm Fatty Acid Distillate (PFAD) dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan efektivitas obat kanker Tamoxifen.
Seluruh formulasi tersebut dipadukan dengan sistem pemantauan berbasis AI agar proses pengobatan dapat berjalan lebih efektif dengan risiko efek samping yang lebih minim.
Khairil tidak sendiri dalam mengembangkan inovasi tersebut.
Ia didampingi tiga mahasiswi FK Unhas yakni Andi Sabila Aprilia Aditya, Andi Nabila Putri Aulia Sawawi, dan Nurqalbi Putri Mulyani.
Riset tersebut juga dibimbing langsung oleh pakar patologi anatomi Unhas, Prof. Dr. dr. Rina Masadah, Sp.PA(K)., DFM.
Khairil mengatakan pencapaian itu diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa, khususnya generasi muda dari Indonesia Timur, agar berani bersaing di tingkat internasional.
“Untuk mahasiswa-mahasiswa lain di luar sana, terutama dari Indonesia Timur, jangan takut mencoba. Kita punya hak yang setara untuk berkembang,” ujar Khairil usai prosesi penghargaan.
Prestasi ini kembali membuktikan bahwa inovasi dari anak daerah mampu bersaing dan tampil di panggung dunia. (nov)
