![]() |
| PT Vale Indonesia Tbk luncurkan Kelas Konservasi sebagai program pengembangan kapasitas bagi pelajar di Luwu Timur, Kamis ; (24/7/2026) bertepatan dengan peringatan HUT ke-58 PT Vale. | Foto: Istimewa |
LUWU TIMUR, IVK – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) resmi meluncurkan Kelas Konservasi sebagai program pengembangan kapasitas bagi 50 pelajar SMA/sederajat dari wilayah pemberdayaan di Kabupaten Luwu Timur.
Program tersebut diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-58 PT Vale.
Peluncuran berlangsung di Kawasan Agrowisata Nanas Pondata, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, Kamis (24/7/2026).
Kelas Konservasi dirancang untuk membentuk generasi muda yang mampu menjadi penggerak pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Program ini menggabungkan pembelajaran konservasi, kepemimpinan, praktik lapangan, kepenulisan, hingga ekonomi hijau.
Melalui program tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya memahami isu lingkungan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi dan menggerakkan aksi nyata di masyarakat.
Chief Sustainability & Corporate Affairs PT Vale Indonesia, Budiawansyah, mengatakan tantangan keberlanjutan saat ini membutuhkan generasi muda yang memiliki kepedulian serta keberanian menjadi agen perubahan.
"Output dari kegiatan ini adalah para siswa dapat menjadi duta lingkungan yang mandiri. Mereka tidak hanya belajar secara normatif di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan pengetahuan tambahan mengenai pentingnya kepedulian terhadap lingkungan yang ditanamkan sejak awal. Kami berharap mereka mampu menjadi generasi muda yang memberikan contoh, gagasan, dan inspirasi bagi masyarakat maupun teman-teman sebayanya," ujar Budiawansyah.
Ia menambahkan, Kelas Konservasi diharapkan menjadi investasi sosial yang meninggalkan dampak jangka panjang melalui tumbuhnya budaya konservasi di tengah masyarakat.
Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus dibangun sejak usia muda agar menjadi bagian dari karakter.
"Harapan kami sederhana, program ini menjadi sebuah legacy. Kepedulian terhadap upaya konservasi tidak dimulai ketika seseorang telah dewasa, tetapi dibangun sejak dini hingga menjadi bagian dari karakter. Kami ingin memberikan ruang bagi generasi muda untuk belajar, berkreasi, dan berkontribusi bagi lingkungan mulai sekarang," katanya.
Program Kelas Konservasi akan berlangsung mulai Juli hingga Oktober 2026.
Selama empat bulan, peserta akan mengikuti pembelajaran secara daring dan luring.
Materi yang diberikan meliputi konservasi keanekaragaman hayati, perubahan iklim, rehabilitasi ekosistem, pengelolaan sampah berbasis ekosistem, praktik pertambangan yang bertanggung jawab, penyusunan proyek sosial, hingga pelatihan kepenulisan.
Proses pembelajaran juga melibatkan akademisi, praktisi, dan para ahli internal PT Vale untuk memperkaya wawasan peserta mengenai pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Desa Tabarano, Rimal Manukallo, mengapresiasi peluncuran program tersebut.
Menurutnya, Kelas Konservasi menjadi ruang belajar yang relevan bagi generasi muda untuk memahami pentingnya menjaga lingkungan.
"Program seperti ini sangat penting karena memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk belajar langsung tentang lingkungan dan konservasi. Harapannya, mereka dapat menjadi pelopor yang membawa perubahan positif di masyarakat, khususnya di Luwu Timur," ujarnya.
Melalui Kelas Konservasi, PT Vale menegaskan komitmennya untuk membangun generasi penggerak keberlanjutan yang mampu menjadi duta lingkungan, memperkuat kolaborasi di tingkat komunitas, serta menghadirkan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan di Luwu Timur. (nov)
