![]() |
| Tim BPBD gabungan berupaya padamkan kobaran api di tepi Jalan Poros Kolaka-Kendari KM 11, Kelurahan 19 November, Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka, Senin (7/9/2026). | Foto: Istimewa |
KOLAKA, IVK — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di dua lokasi berbeda di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, pada Senin (7/9/2026).
Kedua kebakaran tersebut masing-masing terjadi di Kelurahan 19 November, Kecamatan Wundulako, dan Desa Palewai, Kecamatan Tanggetada, dengan total lahan kering yang terbakar mencapai sekitar 2,5 hektare.
Karhutla pertama terjadi di tepi Jalan Poros Kolaka–Kendari KM 11, Kelurahan 19 November, Kecamatan Wundulako, yang pertama kali terdeteksi sekitar pukul 09.54 WITA.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kolaka, kebakaran diduga dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh oknum masyarakat di area lahan kering.
Api kemudian dengan cepat membesar dan meluas hingga membakar vegetasi kering dengan luas kurang lebih setengah hektare.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Kolaka, Damkar Kabupaten Kolaka, Pemerintah Kelurahan 19 November, dan pihak Kepolisian langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengendalikan kobaran api.
Petugas juga melakukan pemblokiran terhadap pergerakan api agar tidak mendekati permukiman warga maupun mengganggu aktivitas kendaraan di jalan poros Kolaka–Kendari.
Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga akhirnya api berhasil dipadamkan secara total sekitar pukul 11.05 WITA.
Dalam penanganan karhutla tersebut, BPBD Kabupaten Kolaka mengerahkan 14 personel yang dipimpin langsung Kalaksa BPBD, sementara Damkar Kabupaten Kolaka menurunkan delapan personel.
Personel tim BPBD gabungan berusaha padamkan Karhutla yang terjadi di Desa Palewai, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka pada Senin (7/8/2026). | Foto: Istimewa |
Selang beberapa jam kemudian, karhutla kembali terjadi di Desa Palewai, Kecamatan Tanggetada, pada Senin sore.
Kebakaran di wilayah tersebut pertama kali terdeteksi sekitar pukul 17.40 WITA dan dengan cepat merambat ke lahan kering milik warga bernama Nasaruddin.
Berdasarkan laporan di lapangan, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan oknum masyarakat di sekitar lokasi.
Api yang tidak terkendali kemudian merambat ke area perkebunan kering hingga menghanguskan lahan seluas kurang lebih dua hektare.
Tim gabungan kembali dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan mencegah kobaran api meluas ke area lainnya.
Petugas gabungan berhasil menjinakkan api dan memastikan kebakaran di Desa Palewai padam sepenuhnya sekitar pukul 19.40 WITA.
Dalam operasi tersebut, BPBD Kabupaten Kolaka mengerahkan 12 personel yang dipimpin langsung Kalaksa BPBD, ditambah tiga personel Damkar Kabupaten Kolaka, tiga personel Damkar Pos Watubangga, serta unsur Pemerintah Kecamatan Tanggetada.
Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam dua peristiwa kebakaran tersebut, sementara kondisi di kedua lokasi dilaporkan telah aman dan terkendali.
Rangkaian kejadian ini menjadi perhatian karena dalam satu hari terjadi dua karhutla di wilayah berbeda dengan pemicu yang sama-sama berkaitan dengan aktivitas manusia.
BPBD dan petugas pemadam kebakaran mengimbau masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun melakukan pembakaran sampah di sekitar lahan kering.
Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat kondisi vegetasi dan lahan dalam keadaan kering, karena api dapat dengan cepat merambat dan meluas. (nov)

