![]() |
| Sudah dua minggu Karhutla terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Kolaka Timur yang mengakibatkan pengguna jalan terganggu. | Foto: Tangkapan layar unggahan akun Kecamatan Lalolae |
KOLAKA TIMUR, IVK – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, setelah kepulan asap tebal menyelimuti sejumlah wilayah.
Dalam video yang dibagikan akun Kecamatan Lalolae, terlihat kondisi jalan yang diselimuti asap cukup pekat hingga jarak pandang pengguna jalan menjadi terbatas.
Pengendara sepeda motor yang melintas bahkan harus menyalakan lampu kendaraan di tengah kondisi jalan yang dipenuhi kabut asap.
Dalam keterangannya, akun Kecamatan Lalolae menyebut kondisi tersebut merupakan dampak karhutla yang dirasakan di wilayah Kecamatan Mowewe, Lalolae dan Tinondo.
“Darurat asap, dampak karhutla Kec. Mowewe/Kec. Lalolae/Kec. Tinondo. Sudah dua minggu lebih, makin hari makin anu,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan karhutla di Kolaka Timur tidak hanya berkaitan dengan kobaran api, tetapi juga dampak asap yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jalan.
Sebelumnya, data BPBD Kolaka Timur mencatat karhutla telah berdampak terhadap sekitar 206,25 hektare lahan hingga 29 Agustus 2026, dengan sejumlah titik berada di Kecamatan Lalolae.
Kecamatan Lalolae sendiri menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian serius karena terdapat kawasan lahan gambut yang rentan terbakar, sementara kondisi kemarau membuat lahan semakin kering.
Pada 7 September 2026, tim gabungan yang melibatkan BPBD, TNI, Polri dan masyarakat juga masih melakukan penanganan karhutla di wilayah Lalolae. (nov)
