Iklan

terkini

Program MBG di Kolaka Tembus 43 Ribu Penerima Manfaat, 808 Tenaga Kerja Lokal Terserap

2/25/26, 22:13 WIB Last Updated 2026-02-25T15:13:48Z
Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka, Akbar (tengah) menerima kunjungan Koordinator BGN Wilayah Kolaka, Nurul Amaliah Fikrah (kiri) dan Pendamping Koordinator BGN Wilayah Kolaka, Fadhil Muhammad (kanan) di Ruang Kantor Sekda Kolaka, Rabu (25/2/2026). | Foto: Noval


KOLAKA, IVK – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kolaka terus menunjukkan perkembangan signifikan.


Hingga Februari 2026, jumlah penerima manfaat tercatat telah mencapai sekitar 43 ribu orang yang tersebar di berbagai jenjang pendidikan serta kelompok rentan 3B (Balita, Ibu Hamil, dan Ibu Menyusui).


Hal tersebut disampaikan Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Kolaka, Nurul Amaliah Fikrah, saat dikonfirmasi Info Viral Kolaka di ruang kerja Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka, Rabu (25/2/2026).


Menurut Nurul, penerima manfaat terbesar berasal dari jenjang sekolah dasar.


Tercatat, siswa SD kelas 1–3 sebanyak 7.848 orang dan SD kelas 4–6 sebanyak 7.374 orang.


Selain itu, program ini juga menjangkau 6.085 siswa SMP, 1.871 siswa MTs, 4.027 siswa SMA, 1.468 siswa SMK, serta 623 siswa MI.


Program ini juga menyasar 3.297 siswa TK, 2.149 balita, serta ratusan peserta didik lainnya dari PAUD, RA, MA, SLB, pondok pesantren, dan PKBM.


Untuk kelompok rentan, tercatat 693 ibu hamil dan 671 ibu menyusui turut menerima manfaat.


“Program ini bukan hanya soal pemberian makanan, tetapi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup anak-anak dan ibu hamil sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan dan kesehatan,” jelas Nurul.


Dalam pelaksanaannya, MBG di Kolaka melibatkan 2.913 guru, 411 tenaga kependidikan, dan 131 kader Posyandu.


Dari sisi infrastruktur, hingga pertengahan Februari 2026, sudah terdapat 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aktif yang tersebar di Kecamatan Iwoimendaa, Wolo, Samaturu, Latambaga, Kolaka, Wundulako, Baula, Pomalaa, Tanggetada, dan Watubangga.


Sementara itu, Kecamatan Toari dan Polinggona masih dalam tahap persiapan pembangunan.


Setiap satu SPPG melibatkan 50 tenaga kerja yang terdiri dari satu kepala SPPG merangkap SPPI, pengawas keuangan, pengawas gizi, serta 47 relawan.


Secara keseluruhan, program ini telah menyerap 808 tenaga kerja lokal di seluruh rantai distribusi.


Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka, Akbar, menyebut capaian ini sebagai fase ekspansi dan konsolidasi program.


“Penerima manfaat di Kolaka sudah mencapai 43.347 orang dan tenaga kerja yang terserap 808 orang. Dari perencanaan awal 27 dapur SPPG, yang sudah beroperasi ada 13 dan lima dalam tahap persiapan,” ungkapnya.


Akbar mengakui sebagai program baru, tentu masih ada kekurangan dalam pelaksanaan.


Namun, hal itu menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan.


“Program ini baru berjalan, pasti ada kelemahan. Tapi itu menjadi bahan koreksi untuk kita perbaiki agar ke depan semakin optimal,” tambahnya.


Pemerintah Kabupaten Kolaka menilai MBG sebagai program strategis yang tidak hanya memperkuat pemenuhan gizi anak dan kelompok rentan, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal secara nyata.


Ke depan, pemerintah daerah berkomitmen memperluas cakupan layanan hingga menjangkau wilayah terpencil, memperkuat rantai pasok bahan baku, meningkatkan mutu keamanan pangan, serta memperbaiki tata kelola dan integrasi data lintas sektor. (nov)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Program MBG di Kolaka Tembus 43 Ribu Penerima Manfaat, 808 Tenaga Kerja Lokal Terserap

Terkini

Topik Populer

Iklan