![]() |
| BEM FH USN Kolaka gelar dialog publik nasional di Auditorium USN Kolaka, Sabtu (1/7/2026). | Foto: Istimewa |
KOLAKA, IVK – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka akan menggelar Dialog Publik Nasional yang membahas arah demokrasi Indonesia menjelang Pemilu 2029.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Auditorium USN Kolaka pada Sabtu (1/8/2026).
Dialog publik mengusung tema "Membaca Arah Demokrasi Indonesia: Perspektif Konstitusi, Sistem Kepemiluan, dan Tata Kelola Pemilu Menuju Pemilu 2029."
Forum akademik itu akan menghadirkan Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra sebagai keynote speaker.
Selain itu, hadir pula Bupati Kolaka Amri, Ketua KPU Provinsi Sulawesi Tenggara, Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Tenggara, Rektor USN Kolaka, Dekan Fakultas Hukum USN Kolaka, akademisi, serta sejumlah pemangku kepentingan.
Dialog tersebut dirancang menjadi ruang bertukar gagasan antara pembentuk kebijakan, penyelenggara pemilu, pemerintah daerah, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat.
Berbagai isu strategis akan dibahas, mulai dari penguatan konstitusi, sistem kepemiluan, hingga tata kelola pemilu yang berintegritas sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Ketua BEM Fakultas Hukum USN Kolaka, Sucianti Ramadhani, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan ruang diskusi terhadap isu-isu kebangsaan.
Menurutnya, demokrasi yang berkualitas tidak hanya dibangun melalui proses pemilu, tetapi juga melalui dialog yang mampu mempertemukan berbagai perspektif.
"Kehadiran Wakil Ketua Komisi II DPR RI bersama pimpinan penyelenggara pemilu Sulawesi Tenggara menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara negara, akademisi, dan masyarakat dalam merumuskan arah demokrasi Indonesia yang semakin matang dan berintegritas menuju Pemilu 2029," ujar Sucianti.
Ia menilai Fakultas Hukum USN Kolaka memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi ruang lahirnya pemikiran kritis dan solusi terhadap berbagai persoalan ketatanegaraan.
Karena itu, ia berharap dialog publik tersebut tidak hanya menghasilkan diskusi yang berkualitas, tetapi juga melahirkan rekomendasi yang dapat menjadi kontribusi nyata bagi penguatan sistem demokrasi dan kepemiluan di Indonesia.
Melalui kegiatan tersebut, BEM Fakultas Hukum USN Kolaka menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan forum akademik yang memperkuat budaya intelektual, memperluas partisipasi publik, serta mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan penyelenggara pemilu dalam mengawal demokrasi yang berlandaskan konstitusi.
Forum itu juga diharapkan menjadi salah satu ruang diskursus strategis di Sulawesi Tenggara dalam menyambut agenda demokrasi nasional menuju Pemilu 2029. (nov)
