KOLAKA, IVK – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Kolaka, Vebrianti Safrudin, menyoroti kenaikan harga kebutuhan pokok yang dinilainya semakin membebani masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan di akun Facebook pribadinya pada Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 16.30 WITA.
Dalam unggahannya, Vebrianti mengkritik lemahnya pengendalian pasar yang menurutnya menjadi salah satu penyebab harga sembako terus meningkat.
Ia menilai masyarakat kini semakin tertekan akibat lonjakan harga berbagai kebutuhan pokok.
"Bagaimana tidak, kenaikan sembako di mana-mana, kontrol pasar tidak ada, tanpa kalian sadari kalian ini makin dicekik," tulis Vebrianti.
Ia juga menolak anggapan bahwa seluruh daerah mengalami kondisi yang sama.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu melakukan studi banding ke daerah lain untuk mempelajari kebijakan yang dinilai berhasil menjaga stabilitas harga.
Vebrianti mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terlena dengan janji maupun kata-kata manis para pemimpin.
Ia berharap pemerintah dan para wakil rakyat lebih mengutamakan langkah nyata dalam menjaga daya beli masyarakat.
Pernyataan Ketua Kadin Kolaka tersebut sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kolaka yang menunjukkan inflasi di daerah itu mengalami peningkatan.
Berdasarkan data BPS, inflasi tahunan (year-on-year) Kabupaten Kolaka pada Juni 2026 mencapai 5,33 persen, menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Indeks Harga Konsumen (IHK) Kolaka pada periode tersebut tercatat berada di angka 115,78.
Sementara inflasi bulanan (month-to-month) pada Juni 2026 mencapai 0,51 persen dibandingkan Mei 2026.
BPS mencatat kenaikan harga terjadi pada 10 kelompok pengeluaran masyarakat.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan kenaikan mencapai 7,77 persen.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya bahkan mengalami kenaikan hingga 16,54 persen.
Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga meningkat sebesar 5,28 persen.
BPS menyebut sejumlah komoditas kebutuhan sehari-hari menjadi penyumbang utama inflasi.
Komoditas tersebut antara lain ikan cakalang, bayam, minyak goreng, cabai rawit, seragam sekolah, bahan bakar rumah tangga, bensin, hingga biaya sewa rumah.
Menurut BPS Kabupaten Kolaka, tren kenaikan harga tersebut berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat apabila terus berlanjut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Kolaka terkait pernyataan Ketua Kadin Kolaka maupun kondisi inflasi yang dirilis BPS Kabupaten Kolaka. (nov)
