Iklan

terkini

PT Vale Bukukan Laba US$61 Juta pada Triwulan II 2026, Produksi Nikel Naik 19 Persen

7/30/26, 15:03 WIB Last Updated 2026-07-30T08:03:16Z
PT Vale catat kinerja operasional dan keuangan positif sepanjang triwulan kedua 2026. | Foto: Istimewa

JAKARTA, IVK – PT Vale Indonesia Tbk (IDX: INCO) mencatatkan kinerja operasional dan keuangan yang positif sepanjang triwulan kedua 2026.


Perseroan membukukan peningkatan produksi nikel dalam matte, pertumbuhan pendapatan, serta kenaikan laba bersih di tengah dinamika pasar nikel global.


Berdasarkan laporan kinerja yang dirilis Rabu (29/7/2026), produksi nikel dalam matte mencapai 16.153 metrik ton pada triwulan II 2026.


Jumlah tersebut meningkat sekitar 19 persen dibandingkan produksi triwulan pertama yang tercatat sebesar 13.620 ton.


Dengan capaian tersebut, total produksi nikel matte selama semester pertama 2026 mencapai 29.773 ton.


Peningkatan produksi terjadi setelah selesainya proyek pembangunan kembali Tanur Listrik 3 pada Juni 2026.


Selain mempertahankan produksi nikel matte, PT Vale juga mencatat pertumbuhan signifikan pada bisnis penjualan bijih nikel dari proyek pengembangan di Bahodopi dan Pomalaa.


Di Blok Bahodopi, penjualan bijih nikel saprolit mencapai 1,07 juta wet metric ton (wmt) pada triwulan II.


Angka itu meningkat dibanding triwulan sebelumnya yang mencapai sekitar 886 ribu wmt.


Sementara itu, Blok Pomalaa mencatat lonjakan penjualan menjadi 1,26 juta wmt dari sebelumnya hanya sekitar 89 ribu wmt.


Secara kumulatif, penjualan bijih nikel di Bahodopi mencapai 1,96 juta wmt selama semester pertama 2026.


Sedangkan penjualan di Pomalaa mencapai 1,35 juta wmt.


Dari sisi keuangan, PT Vale membukukan pendapatan sebesar US$290 juta pada triwulan II 2026.


Nilai tersebut meningkat sekitar 15 persen dibanding triwulan pertama yang mencapai US$253 juta.


Kenaikan pendapatan didorong oleh meningkatnya produksi serta harga realisasi rata-rata nikel matte yang naik menjadi US$14.765 per ton.


Perseroan juga berhasil menjaga efisiensi biaya produksi.


Biaya tunai pokok penjualan nikel matte turun menjadi US$10.005 per ton dibandingkan US$10.382 per ton pada triwulan sebelumnya.


EBITDA perusahaan melonjak menjadi US$116 juta.


Angka itu meningkat sekitar 45 persen dibandingkan triwulan pertama yang tercatat sebesar US$80 juta.


Laba bersih PT Vale juga meningkat menjadi US$61 juta.


Capaian tersebut naik sekitar 39 persen dibandingkan laba bersih triwulan pertama sebesar US$44 juta.


Sepanjang triwulan II 2026, PT Vale mengalokasikan belanja modal sekitar US$116 juta untuk mendukung keberlanjutan operasi dan pengembangan proyek-proyek strategis.


Per 30 Juni 2026, saldo kas dan setara kas Perseroan tercatat sebesar US$111 juta.


Jumlah tersebut menurun dibanding posisi akhir Maret 2026 yang mencapai US$220 juta seiring meningkatnya aktivitas investasi.


Di sisi lain, PT Vale juga mencatat kemajuan penting dalam proyek hilirisasi nasional.


Perseroan menerima kedatangan autoclave untuk Proyek HPAL Sambalagi yang menjadi bagian dari Indonesia Growth Project (IGP) Morowali.


Proyek tersebut dikembangkan bersama GEM Co., Ltd. dan EcoPro untuk mendukung produksi bahan baku baterai kendaraan listrik.


Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Vale, Bernardus Irmanto, mengatakan kedatangan autoclave menjadi tonggak penting dalam pengembangan industri baterai nasional.


"Kedatangan autoclave tersebut merupakan langkah maju yang signifikan dalam pengembangan rantai nilai bahan baku baterai terintegrasi di Indonesia serta memperkuat komitmen PT Vale untuk mendukung agenda hilirisasi nasional," kata Bernardus dalam siaran pers, Rabu (29/7/2026).


Ia menambahkan, PT Vale akan terus mempercepat pembangunan proyek HPAL untuk mengolah bijih limonit menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) yang merupakan bahan baku penting dalam rantai pasok global baterai kendaraan listrik.


Bernardus juga menegaskan bahwa Perseroan tetap fokus menjaga disiplin operasional, memperkuat fondasi produksi, dan menciptakan nilai berkelanjutan melalui pengembangan tiga hub pertambangan di Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa. (nov)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • PT Vale Bukukan Laba US$61 Juta pada Triwulan II 2026, Produksi Nikel Naik 19 Persen

Terkini

Topik Populer

Iklan