Iklan

terkini

Hadir Sebagai Mitra Pembangunan, PT Vale Beri Pelatihan Usaha Warga Terdampak Tambang di Pomalaa

8/24/25, 20:28 WIB Last Updated 2025-08-24T13:28:18Z
PT Vale blok Pomalaa memberikan pelatihan kepada masyarakat terdampak tambang melalui program Livelihood Restoration Program di Aula Kantor Desa Longori, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Selasa (19/8/2025).


“Sebagai perusahaan pertambangan berkelanjutan, PT Vale Indonesia tidak hanya hadir sebagai pelaku industri, tetapi juga sebagai mitra pembangunan,"


Melalui Livelihood Restoration Program, kami memastikan bahwa proses transformasi kawasan industri tetap inklusif dan memberdayakan masyarakat sekitar,” demikian kata Hasmir, Manager External Relations PT Vale Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa saat ditemui di Aula Kantor Desa Longori, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Selasa (19/8/2025).


Saat itu kegiatan Livelihood Restoration Program (LRP) siklus kedua sedang diselenggarakan oleh PT Vale blok Pomalaa.


Kegiatan LRP siklus kedua difokuskan pada sektor perdagangan.


Tujuannya memberikan pemahaman dan keterampilan dalam mengelola usaha secara profesional.


Sehingga diharap mampu meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha masyarakat. 


Melalui pelatihan ini, peserta dibekali berbagai materi.


Misalnya saja dasar-dasar manajemen usaha, strategi pemasaran, pengelolaan keuangan sederhana, hingga pentingnya inovasi dalam menghadapi tantangan pasar.


Program LRP dirancang untuk mendorong ekonomi sirkular dan pemberdayaan komunitas.


Semua itu diterapkan melalui pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, penyediaan sarana produksi, serta fasilitasi akses pasar.


Secara umum, fokus utama LRP diarahkan pada sektor-sektor strategis.


Misalnya saja pertanian, perikanan, peternakan, hingga industri rumah tangga dan perdagangan.


"Ini salah satu kegiatan untuk warga pemilik lahan yang diakuisisi lahannya oleh PT Vale untuk Northern Access Road (NAR) atau jalur utara," ujarnya.


Usaha warga yang terdampak

tersebut, dibagi dalam beberapa sektor salah satunya sektor perdagangan. 


Di sektor perdagangan ini sekitar 70 persen itu memiliki usaha Sembako.


"Untuk siklus kedua kita melakukan pendampingan untuk manajemen usahanya, nanti akan berlanjut sampai siklus sepuluh,” jelasnya.


Lebih dari 50 penerima manfaat telah merasakan dampak langsung program ini, mulai dari peningkatan keterampilan, pendapatan, hingga penguatan struktur usaha berbasis komunitas.


Untuk memastikan keberlanjutan, program juga melibatkan tenaga ahli dan pendamping profesional dalam merancang model bisnis yang adaptif dan resilien terhadap perubahan ekonomi.


Koordinator LRP Blok Pomalaa NAR, Kurnia Hafiz Zulkarnain, menjelaskan bahwa jumlah peserta kegiatan di siklus dua bertambah.


Dimana pada siklus pertama hanya diikuti sepuluh orang, sementara pelatihan siklus kedua sebanyak 23 orang.


“Di siklus pertama itu kita lakukan studi kelayakan usaha dan ternyata banyak dinamikanya. Banyak yang berubah pikiran, tadinya ikut sektor pertanian dan tata boga tapi setelah berjalannya waktu, mereka beralih ke sektor perdagangan,” jelasnya.


Salah satu warga peserta LRP, Agustina (42) membagikan kesannya. Menurutnya kegiatan ini sangat berguna bagi masyarakat.


"Senang. Senangnya itu karena bisa menambah ilmu dan pengalaman," katanya.


Pengetahuan baru di bidang tata boga diperoleh Agustina untuk menunjang usahanya.


"Ilmu tata boga bisa buat masak di rumah, buat jualan juga," ujarnya. (IVK)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Hadir Sebagai Mitra Pembangunan, PT Vale Beri Pelatihan Usaha Warga Terdampak Tambang di Pomalaa

Terkini

Topik Populer

Iklan